Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dwi Prasetyo: Mengapa Hepatitis Akut Masih Misterius?

Selama ini kita mengenal hepatitis tipe A, B, C, D, dan E yang masing-masing punya karakter yang berbeda. Kini muncul hepatitis akut yang penyebabnya masih misterius.

Selasa, 10 Mei 2022
A A
Prof. Dwi Prasetyo. Foto unpad.ac.id.

Prof. Dwi Prasetyo. Foto unpad.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sementara Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, dokter spesialis anak, Prof. Dwi Prasetyo menjelaskan, hepatitis misterius merupakan penyakit hepatitis yang tidak diketahui etiologinya. Hal ini terungkap setelah pemeriksaan awal yang dilakukan otoritas kesehatan Inggris terhadap pasien anak-anak yang terindikasi terkena penyakit tersebut.

Dari pemeriksaan kasus di Inggris, ternyata hasilnya negatif untuk jenis hepatitis yang biasa dikenal, yakni hepatitis tipe A, B, C, D, dan E.

“Jadi mereka melaporkan jenis hepatitis yang tidak diketahui etiologinya atau jenis hepatitis non A, B, C, D, E,” papar Dwi.

Kementerian Kesehatan Indonesia juga sudah mengeluarkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit tersebut. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merespons dengan mengeluarkan imbauan kewaspadaan dini, terutama untuk dokter anak, dokter umum, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Imbauan tersebut dikeluarkan mengingat banyak kasus yang dilaporkan terjadi pada kelompok anak-anak.

Baca Juga: DPR: Pemerintah Harus Infokan Peta Persebaran Kasus Hepatitis Akut

“Saat ini yang dilaporkan masih anak-anak, tetapi tidak mustahil bisa menular ke orang dewasa. Sekarang masih ditelusuri,” ujar Kepala Divisi Gastrohepatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unpad itu.

Dwi menduga, anak-anak rentan tertular hepatitis misterius karena perkembangan imunitas anak yang belum kuat. Mengingat ada laporan penularan yang terjadi pada bayi yang baru lahir.

“Ini masih diteliti terus. Nanti dilihat juga, apakah anak-anak yang kena ini ada komorbid, sehat-sehat saja, atau punya gangguan imunitas,” imbuhnya.

Di luar hepatitis misterius, sifat mudah menular dimiliki hepatitis umumnya. Penularan hepatitis A ditularkan dari mulut dan pola hidup yang tidak sehat sehingga rentan terjadi pada anak-anak sekolah yang kesadaran menjaga kebersihannya masih kurang. Hepatitis B dan C ditularkan melalui produk darah, di antaranya melalui transfusi darah.

Baca Juga: Jokowi Sampaikan Arahan Pascalibur Lebaran: PPKM Tetap Berlanjut

“Untuk hepatitis yang tidak diketahui masih belum tahu persis menular lewat mulut atau transfusi. Bisa juga menular lewat semuanya,” kata Dwi.

Penyakit hepatitis A lebih ringan dari jenis hepatitis B dan C. Namun ada beberapa kasus hepatitis A akut yang berlanjut menjadi kronis dan bisa menyebabkan kematian. Hanya saja, angka kematian akibat hepatitis A tidak terlalu banyak.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Covid-19Hepatitis AkutHepatitis Akut yang Tidak Diketahui EtiologinyahigienisIDAIUnpad

Editor

Next Post
Menkes Budi Gunadi Saikin. Foto presienri.go.id.

Pemerintah Pantau Lonjakan Covid-19 Selama 34 Hari Pascalibur Lebaran

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media