Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

El Nino Picu Karhutla dan Konflik Manusia dengan Satwa

Secara langsung, peningkatan suhu lingkungan dan kekeringan menyebabkan berkurangnya ketersediaan pakan dan air bagi satwa liar.

Rabu, 6 Mei 2026
A A
Ilustrasi konflik manusia dengan satwa liar. Foto yu_lys/Pixabay.com.

Ilustrasi konflik manusia dengan satwa liar. Foto yu_lys/Pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Di sisi lain, dampak perubahan iklim akibat fenomena El Nino juga berpotensi memicu krisis ekologis di Indonesia, mulai dari terganggunya habitat satwa liar hingga meningkatnya konflik antara manusia dan satwa.

Dosen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Abdul Haris Mustari menjelaskan El Nino menyebabkan penurunan curah hujan yang signifikan sehingga memicu kemarau panjang dan kondisi lingkungan yang lebih kering.

Dampak ini tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga sangat memengaruhi kehidupan satwa liar di habitat alaminya.

“Secara langsung, peningkatan suhu lingkungan dan kekeringan menyebabkan berkurangnya ketersediaan pakan dan air bagi satwa liar,” kata dia.

Turunnya produktivitas tumbuhan pakan, seperti buah, daun, hingga tumbuhan bawah akan berdampak pada kelangsungan hidup satwa. Akibat keterbatasan sumber daya tersebut, banyak satwa liar terpaksa memperluas wilayah jelajahnya.

Satwa dapat keluar dari habitat hutan menuju area perkebunan bahkan permukiman manusia untuk mencari makan dan air.

“Kondisi ini meningkatkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar,” terang Mustari.

Terganggunya habitat juga berdampak pada keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. Kebakaran hutan yang kerap terjadi saat kemarau panjang memperparah situasi dengan menghancurkan habitat, mengurangi populasi satwa, serta mengganggu proses reproduksi dan penyebaran biji tanaman.

“Ketika rantai makanan terganggu dan regenerasi hutan terhambat, maka keseimbangan ekosistem akan ikut terguncang,” jelas dia.

Kondisi ini dapat berdampak jangka panjang terhadap keberlanjutan keanekaragaman hayati.

Terkait peningkatan interaksi satwa liar dengan manusia, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak bertindak gegabah. Ia menyarankan agar keberadaan satwa segera dilaporkan kepada pihak berwenang, seperti aparat setempat dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Dalam situasi darurat, satwa dapat diusir secara aman menggunakan alat sederhana tanpa melukai atau membunuhnya.

Sebagai langkah pencegahan, ia menegaskan pentingnya menjaga kelestarian habitat alami satwa. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh lokal sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan hutan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem.

Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan secara keseluruhan. Kepunahan satu spesies dapat berdampak pada hilangnya keseimbangan kehidupan lainnya, termasuk manusia. [WLC02]

Sumber: UGM, IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: El NinoFakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB UniversityFakultas Kehutanan UGMKebakaran hutan dan lahanKonflik Manusia dan Satwaperubahan iklim

Editor

Next Post
Industri wisata On The Rock di bangun di atas karst Gunungsewu, Gunungkidul, Selasa, 6 Mei 2026. Foto Pito Agustin/wanaloka.com.

Walhi Yogya Ingatkan, Sanksi Denda Industri Wisata di KBAK Gunungsewu Tak Membuat Jera

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media