Wanaloka.com – Empat hotel bintang tiga disegel di kawasan Puncak, Bogor, Sabtu, 9 Agustus 2025. Keempatnya terbukti melakukan pelanggaran serius terhadap ketentuan persetujuan lingkungan, termasuk membuang limbah cair langsung ke aliran Sungai Ciliwung tanpa pengolahan sesuai baku mutu.
Keempat hotel tersebut dalah Griya Dunamis by SABDA, Taman Teratai Hotel, The Rizen Hotel, dan New Ayuda 2 Hotel/Hotel Sulanjana. Penyegelan dipimpin langsung Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq dalam inspeksi mendadak (sidak). GAKKUM KLH/BPLH langsung memasang papan peringatan serta garis PPLH.
“Tidak ada kompromi untuk pencemar lingkungan. Penyegelan ini adalah langkah tegas menyelamatkan Ciliwung dari hulu dan memastikan setiap pelaku usaha taat pada aturan,” tegas Hanif.
Baca juga: Pelepasliaran Kucing Akibatkan Overpopulasi, Zoonosis hingga Mengganggu Ekosistem
Salah satu kasus paling mencolok adalah The Rizen Hotel yang menjadi penyumbang terbesar pencemaran air karena tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Hasil pemeriksaan lapangan mengungkap sejumlah pelanggaran. Pertama, tidak memiliki dokumen dan persetujuan lingkungan sebagaimana diamanatkan peraturan. Kedua, tidak memiliki persetujuan teknis pemenuhan baku mutu air limbah.
Ketiga, tidak melakukan pengolahan air limbah domestik (grey water) dari restoran, MCK penginapan, toilet, kantor, dan mushola. Keempat, membuang air limbah langsung ke tanah atau mengalirkannya ke septic tank tanpa pengolahan lanjutan.
Baca juga: Dalam 40 Tahun, Satu Juta Hektare Lahan Mangrove Hilang Akibat Alih Fungsi Lahan
Kelima, overflow limbah domestik langsung mengalir ke anak sungai yang bermuara ke Ciliwung. Keenam, tidak ada pencatatan atau pemantauan kualitas air limbah.
Selain itu, Hotel Sulanjana, Taman Teratai Hotel, dan Griya Dunamis tidak memiliki perizinan berusaha untuk lokasi usaha penginapan.
Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, Irjen. Pol. Rizal Irawan menegaskan pelanggaran ini tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.
Baca juga: Deforestasi Penyebab Utama Konflik Ular Piton dengan Manusia
“Hotel-hotel ini menerima tamu setiap hari, tetapi abai terhadap kewajiban lingkungan. Tidak ada toleransi bagi pelaku usaha yang mengabaikan aturan, apalagi sampai membuang limbah langsung ke tanah,” ujar Rizal.
Dia juga menambahkan, pelanggaran tersebut bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi indikasi perbuatan yang berpotensi menimbulkan pencemaran.
“Tim kami akan memproses secara tuntas, termasuk sanksi administratif dan pidana bila tidak segera memperbaiki sesuai jangka waktu yang diberikan,” imbuh dia.
Discussion about this post