Jumat, 30 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Deforestasi Penyebab Utama Konflik Ular Piton dengan Manusia

Yang terjadi sebenarnya bukan satwa yang masuk kampung dan perkebunan serta aktivitas anthropogenic lainnya. Tapi kampung dan manusialah yang semakin intensif  masuk hutan.

Kamis, 7 Agustus 2025
A A
Ular piton. Foto nature_with_eshan/pixabay.com.

Ular piton. Foto nature_with_eshan/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kasus ular piton memangsa seorang warga di Buton Selatan, Sulawesi Tenggara serta kemunculan puluhan ular piton di tepi Danau Buyan, Bali beberapa waktu lalu, menyita perhatian publik. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat. Apa yang sebenarnya yang terjadi di balik konflik manusia dengan ular piton?

Pakar Ekologi Satwa Liar IPB University, Abdul Haris Mustari, sekaligus dosen di Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, menjelaskan bahwa konflik manusia dengan piton bukanlah hal baru.

“Konflik ini sudah terjadi dalam satu dekade terakhir. Faktor utama adalah deforestasi dan fragmentasi habitat,” ujar Haris.

Baca juga: Lahan Pertanian Ditanami Eukaliptus, Masyarakat Adat Natinggir Tergusur

Fragmentasi yang dimaksud, merujuk pada pembukaan hutan untuk pertambangan, kebun sawit, karet, permukiman, hingga proyek infrastruktur. Kondisi ini mengakibatkan piton kehilangan ruang hidup alaminya.

“Dulu, hutan merupakan tempat piton berlindung dan mendapatkan mangsanya. Sekarang, banyak kawasan hutan berubah,” jelas dia.

Akibat hilangnya vegetasi alami, kontak langsung antara manusia dan satwa liar, termasuk ular piton, semakin meningkat.

Baca juga: Riset Paleotsunami, Pembangunan Infrastuktur Selatan Jawa Perbesar Risiko Dampak Tsunami

“Yang terjadi sebenarnya bukan satwa yang masuk kampung dan perkebunan serta aktivitas anthropogenic lainnya. Tapi kampung dan manusialah yang semakin intensif masuk hutan,” kata dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: DeforestasiIPB Universitykonflik dengan manusiaular piton

Editor

Next Post
Mempawah Mangrove Park (MMP), Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Foto Yunaidi Joepoet/WWF Indonesia.

Dalam 40 Tahun, Satu Juta Hektare Lahan Mangrove Hilang Akibat Alih Fungsi Lahan

Discussion about this post

TERKINI

  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media