Rabu, 1 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Erupsi Gunung Dukono Capai Ketinggian 1,9 Km Empat Kecamatan Dilanda Hujan Abu

Rabu, 22 November 2023
A A
Erupsi gunung api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Foto BPBD Halmahera Utara.

Erupsi gunung api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Foto BPBD Halmahera Utara.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Erupsi gunung api Dukono pada Rabu, 22 November 2023, pukul 07.08 WIT, mencapai ketinggian 1,9 kilometer. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menyatakan dampak aktivitas erupsi gunung Dukono sejak 8 Oktober 2023, empat wilayah kecamatan alami hujan abu vulkanis.

Gunung api Dukono saat ini berstatus Level II atau Waspada. Gunung api Dukono dengan ketinggian 1.087 meter di atas permukaan laut, itu berada di wilayah administrasi Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, erupsi gunung Dukono pada Rabu, 22 November 2023, terlihat adanya kolom abu dari kawah utama berwarna putih, abu dan hitam dengan intensitas tebal dengan tinggi antara 100 hingga 1.900 meter dari puncak.

Baca Juga: Gunung Api Dukono Kembali Meletus, Ini Daftar Gunung Paling Aktif Erupsi

Hasil rekaman data yang dihimpun PVMBG dalam kurun 24 jam sebelumnya didapatkan bahwa telah terjadi 15 kali gempa letusan dengan aplitudo 7-27 mm dan durasi gempa antara 33.92 – 128.66 detik. PVMBG mencatat frekuensi letusan dari aktivitas vulkanik gunung api Dukono menurun, namun berdasarkan data perekaman tremor menandakan masih adanya suplai magma yang naik ke permukaan.

Sebagai bentuk upaya meminimalisir dampak dan risiko bencana, PVMBG memberikan rekomendasi kepada masyarakat di sekitar gunung api Dukono dan pengunjung agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.

Baca Juga: Pemicu Gempa Dangkal 5,5 Magnitudo di Supiori Papua

Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abu vulkanik tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar gunungapi Dukono untuk selalu menyediakan masker dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

Dampak Erupsi Gunung Dukono

Aktivitas erupsi gunung Dukono sudah terjadi sejak tanggal 8 Oktober 2023. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Halmahera Utara, Hence Heteria dalam keterangan tertulis menyatakan bahwa tanda-tanda kenaikan aktivitas vulkanik gunung Dukono mulai diketahui oleh sebagian besar masyarakat Halmahera Utara.

Tanda-tanda itu, menurut Hence, adalah kemunculan sebaran abu vulkanik di Kecamatan Tobelo, bersamaan dengan suara gemuruh dan dentuman yang terdengar jelas pada 8 Oktober 2023 pukul 20.00 WIT. Keesokan harinya, PVMBG menyatakan bahwa gunung api Dukono erupsi.

Baca Juga: Pemicu Gempa Dangkal 5,5 Magnitudo di Supiori Papua

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: erupsi gunung apierupsi gunung Dukonogunung api DukonoKabupaten Halmahera UtaraProvinsi Maluku Utara

Editor

Next Post
Penghentian operasi penyedotan pasir laut kapal MV Vox Maxima oleh KKP pada 27 Oktober 2023. Foto Dok. KKP.

Kapal VOX MAXIMA Sedot Pasir Laut Lagi, KSPP: Cabut Izin dan Proses Hukum

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media