Sabtu, 18 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Etty Riani, Timbunan Limbah Cangkang Kerang Hijau Terkontaminasi Logam Berat

Kontaminasi logam berat juga dapat terserap akar, batang, dan daun mangrove, lalu berpindah ke biota air lain melalui proses makan-memakan atau biomagnifikasi.

Selasa, 25 November 2025
A A
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB UNiversity, Prof. Etty Riani. Foto CRPG Indonesia/youtube.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB UNiversity, Prof. Etty Riani. Foto CRPG Indonesia/youtube.

Share on FacebookShare on Twitter

Kontaminasi logam berat tidak hanya berhenti di tanah atau sedimen. Bahan berbahaya ini dapat terserap akar, batang, dan daun mangrove, juga berpindah ke biota air lain melalui proses makan-memakan atau biomagnifikasi.

“Akhirnya akan membahayakan kesehatan manusia yang merupakan konsumen dari berbagai biota laut,” jelas dia.

Jika dibiarkan dalam jangka panjang, logam berat tersebut berpotensi menimbulkan gangguan fisiologis, kerusakan organ, kegagalan reproduksi, hingga cacat bawaan pada keturunan biota air. Selain itu, tumpukan cangkang yang memadat dapat merusak struktur tanah dan sedimen sehingga menurunkan kualitas ekologis secara permanen.

Baca juga: Delapan Kecamatan di Padang Pariaman Tergenang Luapan Banjir Empat Sungai

Selain dampak ekologis, timbunan cangkang juga dapat memicu munculnya vektor penyakit.

“Saya belum menemukan kajian yang menyebutkan kerang atau ikan di sekitar lokasi timbunan terkontaminasi bakteri patogen. Namun secara umum, tumpukan limbah seperti ini biasanya menjadi sarang lalat, parasit, dan patogen lain yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat,” kata Etty.

Ia menegaskan cangkang kerang hijau tidak boleh ditimbun begitu saja di wilayah pesisir. Ia mendorong ada lokasi khusus untuk menampung limbah tersebut agar tidak mencemari lingkungan maupun menjadi sumber penyakit.

Baca juga: Musim Hujan Memicu Peningkatan Potensi Erupsi Gunung Semeru

Etty juga mengingatkan cangkang tidak boleh dimanfaatkan untuk konsumsi manusia, pakan biota, ataupun pupuk selama masih mengandung logam berat. Kecuali cangkang kerang itu mendapat perlakuan dengan teknologi khusus untuk menghilangkan bahan berbahaya dan beracun tersebut.

Sebagai solusi berbasis ekonomi sirkular, ia merekomendasikan pemanfaatan cangkang untuk produk nonkonsumsi. Cangkang yang telah dibersihkan memiliki warna menarik dan berpotensi menjadi bahan kerajinan bernilai ekonomi. Cangkang juga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti CaO atau CaCO₃ untuk campuran beton, bata, paving block, dan lainnya. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Ekosistem lingkunganFPIK IPB Universitykerang hijaulimbah cangkang keranglogam beratProf. Etty Riani

Editor

Next Post
Bunga-bunga tabur dari keluarga korban, warga, tim SAR, pemerintah Banjarnegara menutup pencarian 11 korban hilang akibat ongsor, 25 November 2025. Foto Dok. BNPB.

Akhir Pencarian 11 Korban Longsor Banjarnegara di Bawah Ancaman Tanah Bergerak

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media