Baca Juga: Longsor di Jayawijaya Menewaskan Tiga Orang, BNPB Kucurkan Dana Rp500 Juta
“Fasilitas ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mengadopsi metoda pemusnahan non-combustion atau non pembakaran. Jika metoda pemusnahan pembakaran menghasilkan emisi CO2 dan berpotensi membentuk senyawa beracun Dioksin dan Furan, maka teknologi non pembakaran sama sekali tidak akan menghasilkan emisi gas-gas yang berbahaya,” kata Rosa Vivien saat peresmian fasilitas pengelolaan PCBs di Bogor pada Rabu, 17 Mei 2023.
Fasilitas ini hasil proyek kerja sama Kementerian LHK dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO). Ini merupakan salah satu hasil penting dari Proyek PCBs antara Kementerian LHK dengan UNIDO, sekaligus milestone penting dalam memusnahkan 200.000 ton limbah PCBs cair dan 600.000 ton lainnya material padat terkontaminasi PCBs.
Fasilitas pengelolaan PCBs tersebut dioperasionalisasikan PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PT PPLi) sebagai operating entity yang telah memenuhi persyaratan teknis dan lokasi sebagaimana ketentuan yang ditetapkan secara nasional.
Baca Juga: Mengadvokasi Hak-hak DAS Sebagai Sumber Peradaban
Dipilihnya PT. PPLi selaku pihak ketiga yang telah berpengalaman di dalam pengelolaan limbah B3 diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pemanfaatan dan operasional fasilitas secara profesional.
Berdasarkan hasil verifikasi teknis, kinerja fasilitas pengelolaan PCBs non thermal ini sudah dalam proses mendapatkan Surat Kelayakan Operasional (SLO) dari Kementerian LHK.
Perwakilan UNIDO Indonesia, Salil Dutt mengungkapkan bahwa UNIDO secara global mempromosikan penggunaan metoda non pembakaran untuk pemusnahan PCBs karena lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan rekomendasi Konvensi Stockholm.
Baca Juga: Ramai-ramai Pejabat dan TNI Menanam Mangrove
“UNIDO berkomitmen mendukung negara pihak untuk memusnahkan PCBs merujuk kepada Best Available Technology (BAT) yang direkomendasikan oleh Konvensi Stockholm, terutama metoda non pembakaran. Hingga saat ini UNIDO telah mendukung pemusnahan PCBs di 32 negara di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika melalui skema kerja sama dengan GEF. Total dana hibah GEF yang telah dikelola adalah sebesar USD 80 juta dan didukung penyertaan anggaran dari para mitra sebesar lebih dari USD 360 juta. Sementara ini, jumlah limbah PCBs yang telah dimusnahkan adalah lebih dari 24.000 ton dan akan terus bertambah hingga akhir tahun 2028,” ujar Salil. [WLC01]
Sumber: PPID Kementerian LHK, PSLB3







Discussion about this post