Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengadvokasi Hak-hak DAS Sebagai Sumber Peradaban

Kamis, 18 Mei 2023
A A
DAS Oyo di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Foto ilustrasi/Wanaloka.com.

DAS Oyo di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Foto ilustrasi/Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan sejak tahun 1984 hingga 2020 jumlah daerah aliran sungai (DAS) yang mengalami kondisi kritis meningkat.

Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pangarso Suryotomo mengungkapkan, berdasarkan data KLHK pada tahun 1984 kondisi daerah aliran sungai mengalami kritis terdapat 22, jumlah ini terus mengalami peningkatkan hingga 2020.

Di 1992 jumlah kondisi kritis menjadi 39, tahun 1998 berjumlah 62 dan jumlah DAS kondisi kritis di tahun 2020 mencapai 108.

Baca Juga: Pemetaan Risiko DAS Asahan Toba Harus Ditindaklanjuti

Menurutnya, sungai harus dijaga secara konsisten sehingga kebutuhan hidup masyarakat melalui kehadiran sungai dapat terpenuhi. Dampak dari kondisi DAS kritis dapat memicu potensi bencana seperti banjir ketika hujan lebat, tanah longsor, erosi hingga kekeringan pada musim kemarau.

“Sungai menjadi urat nadi peradaban selama ribuan tahun, upaya mereduksi dampak kerusakan DAS wajib menjadi tanggung jawab seluruh pihak dan keniscayaan,” kata Pangarso Suryotomo.

Dalam forum tersebut, Pangarso Suryotomo menegaskan, perlunya mengadvokasi hak-hak sungai dengan mengembalikan fungsinya sebagai sumber peradaban masyarakat.

Baca Juga: Ramai-ramai Pejabat dan TNI Menanam Mangrove

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BNPBdaerah aliran sungaiDASkomunitas DAS

Editor

Next Post
Longsor di Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, BNPB salurkan bantuan dana Rp500 juta dan barang senilai Rp1,65 miliar. Foto BNPB.

Longsor di Jayawijaya Menewaskan Tiga Orang, BNPB Kucurkan Dana Rp500 Juta

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media