Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gayatri Marliyani, Rentetan Gempa di Daerah Lain Tidak Saling Berkaitan

Pasca gempa Cianjur yang menimbulkan korban jiwa, sejumlah gempa bumi menyusul terjadi setelahnya. Masyarakat pun was was.

Kamis, 8 Desember 2022
A A
Dosen Teknik Geologi UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto @GMarliyani/Twitter.

Dosen Teknik Geologi UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto @GMarliyani/Twitter.

Share on FacebookShare on Twitter

Wilayah di sepanjang zona subduksi, seperti sepanjang lepas pantai barat Sumatra sampai Lombok memang berada pada daerah tektonik aktif. Wajar apabila banyak kejadian gempa bumi di sekitar wilayah tersebut.
Gayatri pun menjelaskan, bahwa gempa merupakan fenomena alam akibat pelepasan energi ketika tubuh batuan kerak bumi retak, patah, dan bergerak akibat tekanan yang berasal dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik di bumi.

Ia melihat di wilayah Indonesia terdapat banyak lempeng-lempeng tektonik yang saling bertabrakan, antara lain lempeng Indo-Australia, Eurasia, Pasifik, Filipina dan beberapa lempeng lainnya. Lempeng-lempeng ini bergerak dengan kecepatan sekitar 4-7 centimeter per tahun. Energi dari pergerakan tersebut terakumulasi pada batas-batas tumbukan lempeng ini. Akibatnya, terjadi retakan dan pergerakan patahan yang disertai dengan peristiwa gempa bumi.

Baca Juga: Situasi Terkini Lumajang Pasca Erupsi Gunung Semeru 4 Desember 2022

Rentetan gempa yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia merupakan fenomena alam. Apabila diamati, gempa di wilayah Indonesia setiap hari pasti terjadi, terutama gempa-gempa bermagnitudo kecil (M2-3). Sedangkan untuk gempa menengah (M4-5) frekuensi kejadian harian juga cukup besar. Untuk gempa besar (>M5) hampir setiap tahun terjadi di wilayah Indonesia. Namun tidak selalu menimbulkan kerusakan sehingga tidak selalu menjadi perhatian.

“Karena gempa Cianjur merusak sehingga menjadi perhatian, masyarakat kemudian menganggap gempa-gempa setelahnya adalah rentetan,” kata Gayatri.

Ia berpesan masyarakat tidak perlu merasa waswas berlebihan. Fenomena kejadian gempa yang seolah-olah meningkat akhir-akhir ini, lebih dikarenakan kecepatan pertukaran informasi dan perhatian masyarakat yang meningkat pasca kejadian gempa merusak yang menimbulkan korban jiwa belum lama ini di Cianjur.

Baca Juga: Walhi, KUHP Menguntungkan Korporasi Penjahat Lingkungan

Ia mengingatkan masyarakat Indonesia penting untuk selalu menyadari, bahwa sebagian besar dari mereka tinggal di wilayah rawan gempa bumi. Upaya meningkatkan kesadaran akan lingkungan sekitar dapat membantu untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana yang mungkin terjadi.

“Literasi terhadap kondisi geologi di sekitar area tempat tinggal dan beraktivitas juga perlu ditingkatkan dengan mencoba memahami betul prosedur dan jalur evakuasi di manapun berada,” imbuh Gayatri. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gayatri Indah MarliyaniGempa bumigempa Cianjurgempa Garutgempa Gunungkidulgempa Jemberzona intraplate lempeng IndoAustraliazona subduksi

Editor

Next Post
Gempa darat Sukabumi, Jawa Barat, dengan magnitudo 5,8 pada Kamis, 8 Desember 2022, pukul 07.50 WIB. Foto Google Earth berdasarkan titik koordinat episenter gempa Sukabumi.

Ini Sumber Gempa Darat Sukabumi Dirasakan hingga Bandar Lampung

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media