Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa 6,1 Magnitudo di Laut Banda Guncangan Dirasakan hingga IV MMI

Kamis, 26 Oktober 2023
A A
Pusat gempa 6,1 magnitudo di Laut Banda, Maluku pada hari ini, Kamis, 26 Oktober 2023. Foto Google Earth berdasarkan koordinat episenter gempa BMKG.

Pusat gempa 6,1 magnitudo di Laut Banda, Maluku pada hari ini, Kamis, 26 Oktober 2023. Foto Google Earth berdasarkan koordinat episenter gempa BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gempa 6,1 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada hari ini, Kamis, 26 Oktober 2023, pukul 12.44 WIB, guncangannya dirasakan hingga intensitas skala IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Dampak guncangan gempa skala IV digambarkan, pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan, hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, gempa tektonik di wilayah Laut Banda Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, memiliki parameter update 5,9 magnitudo.

Episenter gempa di Laut Banda terletak pada koordinat 7,41 derajat Lintang Selatan, 129,40 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 196 kilometer arah Timur Laut Kabupaten Maluku Barat Daya, pada kedalaman 159 kilometer.

Baca Juga: Selatan Jawa Jadi Lokasi Uji Sistem Peringatan Dini Tsunami IOWave23

BMKG menegaskan, gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam slab lempeng yang tersubduksi di bawah Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan Naik (Thrust fault),” jelas Daryono.

Baca Juga: Keindahan Langit Indonesia Jadi Peluang Pengembangan Astrowisata

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGGempa Kepulauan Tanimbargempa laut BandaGempa Malukugempa menengahgempa Saumlaki

Editor

Next Post
Angin kencang di Kabupaten Pandeglang, Banten, merobohkan pohon dan menimpa rumah warga. Foto BPBD Pandeglang.

Angin Kencang di Pandeglang Dua Orang Meninggal Dunia

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media