Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa 6,1 Magnitudo di Laut Banda Guncangan Dirasakan hingga IV MMI

Kamis, 26 Oktober 2023
A A
Pusat gempa 6,1 magnitudo di Laut Banda, Maluku pada hari ini, Kamis, 26 Oktober 2023. Foto Google Earth berdasarkan koordinat episenter gempa BMKG.

Pusat gempa 6,1 magnitudo di Laut Banda, Maluku pada hari ini, Kamis, 26 Oktober 2023. Foto Google Earth berdasarkan koordinat episenter gempa BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gempa 6,1 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada hari ini, Kamis, 26 Oktober 2023, pukul 12.44 WIB, guncangannya dirasakan hingga intensitas skala IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Dampak guncangan gempa skala IV digambarkan, pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan, hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, gempa tektonik di wilayah Laut Banda Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, memiliki parameter update 5,9 magnitudo.

Episenter gempa di Laut Banda terletak pada koordinat 7,41 derajat Lintang Selatan, 129,40 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 196 kilometer arah Timur Laut Kabupaten Maluku Barat Daya, pada kedalaman 159 kilometer.

Baca Juga: Selatan Jawa Jadi Lokasi Uji Sistem Peringatan Dini Tsunami IOWave23

BMKG menegaskan, gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam slab lempeng yang tersubduksi di bawah Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan Naik (Thrust fault),” jelas Daryono.

Baca Juga: Keindahan Langit Indonesia Jadi Peluang Pengembangan Astrowisata

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGGempa Kepulauan Tanimbargempa laut BandaGempa Malukugempa menengahgempa Saumlaki

Editor

Next Post
Angin kencang di Kabupaten Pandeglang, Banten, merobohkan pohon dan menimpa rumah warga. Foto BPBD Pandeglang.

Angin Kencang di Pandeglang Dua Orang Meninggal Dunia

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media