“Hingga 11 April 2025 pukul 6.00 WIB, hasil monitoring BMKG bahwa telah terjadi empat kali gempa susulan,” ungkap Daryono.
Baca juga: Paviliun CLT Nusantara, Rumah Ramah Lingkungan dari Kayu dan Energi Surya
Keempat gempa susulan itu meliputi gempa M1,9 pada pukul 23.12 WIB; Pukul 23.14 WIB (Magnitudo 1,7); Pukul 1.04 WIB (Magnitudo 1,6); dan Pukul 1.38 WIB (Magnitudo 1,7).
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto menambahkan, guncangan gempa dirasakan di wilayah Kab. Bogor, Kota Bogor dan Depok dengan Skala Intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
“Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Hartanto.
Baca juga: Pelaku Wisata Minta Kuota Pendakian Gunung Rinjani Berdasar Daya Tampung
Publik diminta memastikan, bahwa informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, meliputi Instagram/Twitter @bmkgwilayah2 atau @infoBMKG), website (http://bbmkg2.bmkg.go.id/ atau http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id).
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa Bogor mengakibatkan 14 unit rumah mengalami kerusakan ringan. Namun tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, gempa dirasakan selama 2-3 detik. Masyarakat pun berlarian keluar rumah. [WLC02]
Sumber: InaTEWS







Discussion about this post