Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pelaku Wisata Minta Kuota Pendakian Gunung Rinjani Berdasar Daya Tampung

Rabu, 9 April 2025
A A
Pelaku wisata dan masyarakat beraudiensi dengan BTNGR terkait pembatasan kuota pendakian Gunung Rinjani, 7
Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Asosiasi Tour Operator Senaru (ATOS) dan Masyarakat Adat Bayan yang tergabung dalam Aliansi Pelaku Pariwisata dan Masyarakat Lingkar Rinjani Kabupaten Lombok Utara melakukan aksi di halaman depan Kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Selasa, 8 April 2025.

Mereka memprotes kebijakan pembatasan kuota pendakian yang dianggap merugikan masyarakat lingkar Rinjani Lombok Utara. Lewat surat yang diajukan ATOS Nomor 06/ATOS/III/2025 tertanggal 3 April 2025, mereka meminta audensi dengan tuntutan utama perihal daya dukung dan daya tampung Gunung Rinjani sebagai dasar pengambilan keputusan pembatasan kuota pendakian dan peningkatan fasilitas pendukung di kawasan Gunung Rinjani.

Aliansi diterima Kepala Balai TNGR didampingi Kabag Ops Polresta Mataram dan menghasilkan beberapa poin audiensi.

Baca juga: Hutan Pendidikan Universitas Mulawarman Gundul Akibat Tambang Ilegal

Pertama, proses approve tamu yang menggunakan jasa trekking organizer (TO) pada aplikasi e-Rinjani dikembalikan sementara ke Balai TNGR sampai ada kesepakatan bersama antara Forum Wisata Lingkar Rinjani (FWLR) dengan Asosiasi TO Lingkar Rinjani. Sebelumnya, proses itu didelegasikan pada FWLR.

Kedua, akan dilakukan kajian daya dukung daya tampung ulang sebagai dasar penetapan jumlah kuota pendakian.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Asosiasi Tour Operator SenaruBalai Taman Nasional Gunung Rinjanijasa trekking organizerkuota pendakianMasyarakat Adat Bayan

Editor

Next Post
Rumah ramah lingkungan, Paviliun CLT Nusantara. Foto Dok. UGM.

Paviliun CLT Nusantara, Rumah Ramah Lingkungan dari Kayu dan Energi Surya

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media