Rabu, 13 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Bumi Palu 2018 Menampakkan 4 Fenomena Geologi Permukaan

Kamis, 28 September 2023
A A
Puing-puing dampakgempa Palu pada 2018.Foto esdm.go.id.

Puing-puing dampakgempa Palu pada 2018.Foto esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Kejadian gempa bumi tersebut mengakibatkan penampakan beberapa fenomena geologi permukaan yang selama ini jarang terjadi. Yakni lokasi episenter terletak di darat, tetapi memicu terjadi tsunami di pantai Teluk Palu; terbentuk sesar permukaan (fault surface rupture) mengiri yang bergeser sejauh 580 cm dan tersebar mulai dari Teluk Palu hingga daerah Kulawi, Kabupaten Sigi; terjadi likuefaksi tipe aliran (flow liquefaction) di daerah Jono Oge, Petobo, Balaroa dan Sibalaya; terjadi tanah bergelombang di daerah Jono Oge dan retakan tanah yang masif di Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

Supartoyo juga mengingatkan mitigasi bencana penting. Juga mengimbau masyarakat Palu untuk memperingati kejadian bencana tersebut dengan mengambil hikmah betapa penting upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) melalui peningkatan upaya mitigasi.

“Salah satu upaya PRB tersebut adalah meningkatkan kegiatan mitigasi yang dilakukan melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural untuk mengurangi risiko suatu bencana,”tutur Supartoyo.

Baca Juga: Pemerintah Permudah Izin Lingkungan Pendirian SPKLU

Berkaitan dengan mengenang lima tahun kejadian gempa bumi Pasigala, PVMBG Badan Geologi berpesan untuk segera mengenali lingkungan sekitar dan sumber pembangkit bencana.

Kenali lingkungan tempat tinggal, kenali sumber pembangkit bencana di sekitar tempat tinggal, kenali jenis-jenis ancaman bahaya, kenali tempat dan jalur evakuasi, ikuti pelatihan dan simulasi bencana, dan tingkatkan kapasitas dalam menghadapi kemungkinan berulangnya kejadian bencana.

“Semoga upaya-upaya tersebut dapat mengurangi risiko bencana yang mungkin akan terjadi dan terulang kemudian hari,” kata Supartoyo. [WLC02]

Sumber: Kementerian ESDM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: fenomena geologi permukaangempa bumi PaluKementerian ESDMlikuefaksi tipe aliranmitigasi bencanaPengurangan Risiko Bencana

Editor

Next Post
Satelit LAPAN-A2/ORARI. Foto lapan.go.id.

Delapan Tahun Mengorbit, Misi Satelit LAPAN-A2 untuk Komunikasi Bencana

Discussion about this post

TERKINI

  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media