Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Bumi Palu 2018 Menampakkan 4 Fenomena Geologi Permukaan

Kamis, 28 September 2023
A A
Puing-puing dampakgempa Palu pada 2018.Foto esdm.go.id.

Puing-puing dampakgempa Palu pada 2018.Foto esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hari ini, tanggal 28 September 2018 pukul 17:02:44 WIB, tepat lima tahun lalu, Kota Palu dan sekitarnya diguncang gempa dengan magnitudo M 7,4 Mw di kedalaman 10 km. Gempa bumi dahsyat yang diikuti tsunami yang melanda pantai barat hingga ketinggian lima meter. Gempa bumi dirasakan di Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Tolitoli.

“Gempa yang memicu tsunami itu menyebabkan jatuhnya ribuan korban,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid pada 28 September 2023.

Belajar dari pengalaman kebencanaan di Palu, Sigi dan Donggala, Wafid mengingatkan bangsa Indonesia untuk senantiasa waspada terhadap ancaman bahaya di sekitarnya. Baik ancaman bencana utama maupun bahaya ikutannya (collateral hazard).

Baca Juga: Yuli Astuti: Olah Limbah Ternak Terpadu Biar Untung dan Ramah Lingkungan

“Diperlukan peningkatan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana. Upaya yang perlu senantiasa ditingkatkan, dipantau dan dievaluasi karena ancaman bencana di Indonesia sangat besar,” imbuh Wafid.

Fenomena likuefaksi pascagempa di Palu-Donggala mengingatkan betapa informasi ancaman bahaya dan kerentanannya menjadi penting tersedia, baik bagi pemangku kepentingan di pusat, di daerah, juga masyarakat umum. Upaya penyediaan informasi potensi kebencanaan bagi masyarakat dan bagi peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi salah satu ancaman bahaya ikutan berupa likuefaksi, Badan Geologi telah menyediakan “Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia”.

Sementara itu Penyelidik Bumi Madya di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Supartoyo menambahkan, guncangan gempa bumi terasa sangat kuat dan skala intensitas maksimum terjadi di daerah Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, pada skala IX MMI (Modified Mercally Intensity).

Baca Juga: Aktivitas Harian yang Dapat Lindungi Lapisan Ozon dari Kerusakan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: fenomena geologi permukaangempa bumi PaluKementerian ESDMlikuefaksi tipe aliranmitigasi bencanaPengurangan Risiko Bencana

Editor

Next Post
Satelit LAPAN-A2/ORARI. Foto lapan.go.id.

Delapan Tahun Mengorbit, Misi Satelit LAPAN-A2 untuk Komunikasi Bencana

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media