Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Bumi Palu 2018 Menampakkan 4 Fenomena Geologi Permukaan

Kamis, 28 September 2023
A A
Puing-puing dampakgempa Palu pada 2018.Foto esdm.go.id.

Puing-puing dampakgempa Palu pada 2018.Foto esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hari ini, tanggal 28 September 2018 pukul 17:02:44 WIB, tepat lima tahun lalu, Kota Palu dan sekitarnya diguncang gempa dengan magnitudo M 7,4 Mw di kedalaman 10 km. Gempa bumi dahsyat yang diikuti tsunami yang melanda pantai barat hingga ketinggian lima meter. Gempa bumi dirasakan di Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Tolitoli.

“Gempa yang memicu tsunami itu menyebabkan jatuhnya ribuan korban,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid pada 28 September 2023.

Belajar dari pengalaman kebencanaan di Palu, Sigi dan Donggala, Wafid mengingatkan bangsa Indonesia untuk senantiasa waspada terhadap ancaman bahaya di sekitarnya. Baik ancaman bencana utama maupun bahaya ikutannya (collateral hazard).

Baca Juga: Yuli Astuti: Olah Limbah Ternak Terpadu Biar Untung dan Ramah Lingkungan

“Diperlukan peningkatan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana. Upaya yang perlu senantiasa ditingkatkan, dipantau dan dievaluasi karena ancaman bencana di Indonesia sangat besar,” imbuh Wafid.

Fenomena likuefaksi pascagempa di Palu-Donggala mengingatkan betapa informasi ancaman bahaya dan kerentanannya menjadi penting tersedia, baik bagi pemangku kepentingan di pusat, di daerah, juga masyarakat umum. Upaya penyediaan informasi potensi kebencanaan bagi masyarakat dan bagi peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi salah satu ancaman bahaya ikutan berupa likuefaksi, Badan Geologi telah menyediakan “Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia”.

Sementara itu Penyelidik Bumi Madya di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Supartoyo menambahkan, guncangan gempa bumi terasa sangat kuat dan skala intensitas maksimum terjadi di daerah Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, pada skala IX MMI (Modified Mercally Intensity).

Baca Juga: Aktivitas Harian yang Dapat Lindungi Lapisan Ozon dari Kerusakan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: fenomena geologi permukaangempa bumi PaluKementerian ESDMlikuefaksi tipe aliranmitigasi bencanaPengurangan Risiko Bencana

Editor

Next Post
Satelit LAPAN-A2/ORARI. Foto lapan.go.id.

Delapan Tahun Mengorbit, Misi Satelit LAPAN-A2 untuk Komunikasi Bencana

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media