Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Dangkal Darat 5,4 Magnitudo Guncang Mamberamo Raya Papua

Kamis, 21 Maret 2024
A A
Gempa dangkal darat di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, dengan magnitudo 5,4 yang dipicu aktivitas Sesar Yapen. Foto Google Earth berdasarkan koordinat episenter gempa BMKG.

Gempa dangkal darat di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, dengan magnitudo 5,4 yang dipicu aktivitas Sesar Yapen. Foto Google Earth berdasarkan koordinat episenter gempa BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gempa dangkal yang berpusat di darat mengguncang Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua pada Kamis, 21 Maret 2024, pukul 07.19 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, dampak gempa dangkal darat Mamberamo Raya dengan kekuatan 5,4 magnitudo dirasakan hingga skala V Modified Mercalli Intensity (MMI), yakni getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya menjelaskan, wilayah Benuki, Mamberamo Raya, Papua diguncang gempa tektonik.

Analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update 5,2 magnitudo. Episenter gempa terletak pada koordinat 2,14 derajat Lintang Selatan, 137,53 derajat Bujur Timur.

Baca Juga: Pemicu Gempa Dangkal 5,5 Magnitudo di Supiori Papua

“Berlokasi di darat pada jarak 50 kilometer Barat Laut Mamberamo Raya, Papua pada kedalaman 10 kilometer,” kata Daryono.

Dikatakan Daryono, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal diduga akibat adanya aktivitas Sesar Yapen .

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike slip),” jelas Daryono.

Baca Juga: Dampak Gempa Megathrust di Selatan Jawa Melebihi Tsunami Aceh, Mitigasi Serius Segera

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGgempa dangkal daratgempa dangkal darat Mamberamo Rayagempa PapuaSesar Yapen

Editor

Next Post
Evakuasi warga terdampak banjir Demak. Foto Pusdalops BNPB.

Banjir Demak, Tanggul Kembali Jebol Presiden Instruksikan Segera Diatasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media