Gempa magnitudo 5,2 menguncang Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Sabtu malam, pukul 20.16 WIB. BMKG merilis pusat gempa berada di laut pada 3.83 LS 122.69 BT (27 km Timur Laut Kendari), di kedalaman 10 kilometer. Getaran gempa ini dirasakan dalam intensitas skala IV MMI di Kendari, skala III hingga IV MMI di Konawe dan Konawe Selatan, dan skala III MMI di Kolaka.
Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami-BMKG, Daryono mengungkapkan, dampak gempa yang dirasakan di Kendari, mala mini, menimbulkan kerusakan.
Baca Juga: Gerakan Global Climate Srike: Waktu Kian Sempit, Bumi Serukan Darurat Iklim
“Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Kerusakan ringan pada Gedung Lab. Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari, di mana plafon rontok,” kata Daryono, dilansir dari akun Twitternya.
Dari Sulawesi Selatan dua gempa dangkal dilaporkan terjadi dan dirasakan dalam intensitas skala II hingga III MMI. Gempa magnitudo 4,5 terjadi pukul 21.18 WIB. Pusat gempa berada di laut di 7.56 LS 121.69 BT (130 km timur laut Mbay-Nagekeo), pada kedalaman 10 kilometer. Dampak gempa ini dirasakan dalam skala II hingga III MMI di Pasilambena.
Hingga Sabtu malam, pukul 22.31 WIB, gempa masih dirasakan dalam skala II MMI di wilayah Malili, Sulawesi Selatan. Pusat gempa magnitudo 3,1 berada di darat pada koordinata 2.49 LS 121.23 BT (12 km Timur laut Luwu Timur), pada kedalaman 5 kilometer. [WLC01]







Discussion about this post