Sedangkan di wilayah Tuban dan Jepara, dampak gempa jenis Megathrust ini dirasakan pada n skala intensitas II MMI, yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Berdasarkan monitoring BMKG hingga pukul 01.35 WIB, tidak ada gempa susulan.
Gempa Pacitan 6,4 magnitudo yang terjadi dilaporkan berdampak merusaka sejumlah bangunan.
Baca juga: Dampak Tambang Nikel di Pulau Obi, Air Jadi Cokelat dan Nelayan Menjaring Lumpur
Daryono dalam unggahan di akun X, menjelaskan, gempa Pacitan yang terjadi merupakan jenis gempa Megathrust.
“Gempa Pacitan tadi pagi jenis gempa Megathrust, yang tergambar dari mekanisme sumbernya yang berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal. Patut disyukuri bahwa gempa Pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0 karena jika itu terjadi dapat berpotensi tsunami,” tulis Daryono.
Ia menjabarkan Pacitan sering muncul dalam tsunami historis. Karena, (1): berhadapan dengan Megathrust Jawa, (2): Banyak teluk dan pantai sempit- amplifikasi gelombang, (3): Diduga berada di atas segmen slab landai, sehingga kapling subduksi kuat dan tsunami terjadi pada gempa besar seperti catatan tsunami tahun 1840 dan 1859. [WLC01]
Sumber: BMKG, X @DaryonoBMKG







Discussion about this post