Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Dangkal Pacitan 6,4 Magnitudo, Daryono: Gempa Jenis Megathrust

Jumat, 6 Februari 2026
A A
Episenter gempa 6,4 magnitudo di wilayah Pacitan, Jawa Timur, jenis gempa megathrust yang terjadi pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026. Foto tangkap layar BMKG.

Episenter gempa 6,4 magnitudo di wilayah Pacitan, Jawa Timur, jenis gempa megathrust yang terjadi pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026. Foto tangkap layar BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Sedangkan di wilayah Tuban dan Jepara, dampak gempa jenis Megathrust ini dirasakan pada n skala intensitas II MMI, yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Berdasarkan monitoring BMKG hingga pukul 01.35 WIB, tidak ada gempa susulan.

Gempa Pacitan 6,4 magnitudo yang terjadi dilaporkan berdampak merusaka sejumlah bangunan.

Baca juga: Dampak Tambang Nikel di Pulau Obi, Air Jadi Cokelat dan Nelayan Menjaring Lumpur

Daryono dalam unggahan di akun X, menjelaskan, gempa Pacitan yang terjadi merupakan jenis gempa Megathrust.

“Gempa Pacitan tadi pagi jenis gempa Megathrust, yang tergambar dari mekanisme sumbernya yang berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal. Patut disyukuri bahwa gempa Pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0 karena jika itu terjadi dapat berpotensi tsunami,” tulis Daryono.

Ia menjabarkan Pacitan sering muncul dalam tsunami historis. Karena, (1): berhadapan dengan Megathrust Jawa, (2): Banyak teluk dan pantai sempit- amplifikasi gelombang, (3): Diduga berada di atas segmen slab landai, sehingga kapling subduksi kuat dan tsunami terjadi pada gempa besar seperti catatan tsunami tahun 1840 dan 1859. [WLC01]

Sumber: BMKG, X @DaryonoBMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: aktivitas subduksi lempenggempa MegathrustGempa Pacitanjalur patahan

Editor

Next Post
Gajah Sumatera mati ditemukan dalam kondisi tanpa kepala di Riau, 3 Februari 2026. Foto Dok. BBKSDA Riau.

Gajah Mati Tanpa Kepala di Riau, Indikasi Kuat Tindak Pidana Perburuan Liar

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media