Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dampak Tambang Nikel di Pulau Obi, Air Jadi Cokelat dan Nelayan Menjaring Lumpur

Sejak 2021 mulai terjadi perubahan air. Setiap kali warga memasak air, seperti ada gelembung sabun dalam air itu.

Selasa, 3 Februari 2026
A A
Dampak pertambangan nikel di Pulau Obi, Maluku Utara. Foto Walhi.

Dampak pertambangan nikel di Pulau Obi, Maluku Utara. Foto Walhi.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kehadiran perusahaan tambang nikel, Harita Nickel yang merupakan bagian dari PT Harita Group diduga telah mengubah kehidupan masyarakat di Desa Kawasi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara secara drastis, mulai dari kerusakan lingkungan, ancaman kesehatan, terganggunya pendidikan, hingga tekanan sosial dan ekonomi. Di tengah klaim transisi energi dan pembangunan berkelanjutan, warga justru menghadapi kehilangan ruang hidup, intimidasi, serta kriminalisasi ketika menyuarakan penolakan.

Warga Desa Kawasi, Samsir Lawendi menegaskan sejak awal masuknya PT Harita Group tidak pernah ada pelibatan masyarakat secara kolektif. Warga baru mengetahui ada perusahaan setelah mereka mulai beroperasi.

Ia juga mengungkapkan praktik perampasan lahan dan kriminalisasi terhadap warga yang mempertahankan ruang hidupnya. Ada lahan-lahan warga yang mereka ambil tanpa memberi tahu.

“Jika warga protes, dikriminalisasi atau diintimidasi, bahkan dipenjara,” kata Samsir.

Baca juga: Jeron Beteng Jadi Percontohan Kawasan Rendah Emisi Kota Yogyakarta

Salah satunya, Domingus Johannes yang sudah selesai menjalani putusan inkrah pengadilan yang memenjarakannya karena mempertahankan lahan yang diambil paksa perusahaan. Persoalan perampasan lahan belum terselesaikan hingga kini.

Masyarakat Kawasi juga dihadapkan pada rencana relokasi. Rencana tersebut ditolak warga karena mengancam keberadaan mereka sebagai komunitas adat.

“Yang diomongkan pemerintah di sana itu, sudah ada Perda atau Pergub serta juknisnya. Kami berharap bisa dicabut karena di sana adalah tanah adat kami dan kami hidup berdampingan sangat baik sesama kami warga,” tegas dia.

Warga Kawasi lainnya, Nurhayati Jumadi menyoroti relokasi dilakukan secara sistematis melalui sektor pendidikan.

“Politik untuk pindah kampung ini dimulai dari pendidikan itu sendiri. Contoh mereka membuat taktik pindahkan dulu sekolahnya sebelum pindahkan masyarakat. Itu realita karena yang dipindahkan waktu itu SMA, SMP, dan sekarang SD juga sudah pindah muridnya. Jadi saya anggap itu satu taktik supaya masyarakat Kawasi lebih cepat pindah ke Ecovillage,” duga Nurhayati.

Baca juga: Istilah “Awan Kontainer”, Ada Kekeliruan Memahami Proses Pembentukan Hujan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Maluku Utarapertambangan nikelPulau ObiWalhi

Editor

Next Post
Ilustrasi pembakaran sampah. Foto bakhrom_media/pixabay.com.

PLTSa akan Beroperasi Tahun 2027, Pakar Ingatkan Pembakaran Sampah Plastik Memicu Kanker

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media