Jumat, 13 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dampak Tambang Nikel di Pulau Obi, Air Jadi Cokelat dan Nelayan Menjaring Lumpur

Sejak 2021 mulai terjadi perubahan air. Setiap kali warga memasak air, seperti ada gelembung sabun dalam air itu.

Selasa, 3 Februari 2026
A A
Dampak pertambangan nikel di Pulau Obi, Maluku Utara. Foto Walhi.

Dampak pertambangan nikel di Pulau Obi, Maluku Utara. Foto Walhi.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kehadiran perusahaan tambang nikel, Harita Nickel yang merupakan bagian dari PT Harita Group diduga telah mengubah kehidupan masyarakat di Desa Kawasi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara secara drastis, mulai dari kerusakan lingkungan, ancaman kesehatan, terganggunya pendidikan, hingga tekanan sosial dan ekonomi. Di tengah klaim transisi energi dan pembangunan berkelanjutan, warga justru menghadapi kehilangan ruang hidup, intimidasi, serta kriminalisasi ketika menyuarakan penolakan.

Warga Desa Kawasi, Samsir Lawendi menegaskan sejak awal masuknya PT Harita Group tidak pernah ada pelibatan masyarakat secara kolektif. Warga baru mengetahui ada perusahaan setelah mereka mulai beroperasi.

Ia juga mengungkapkan praktik perampasan lahan dan kriminalisasi terhadap warga yang mempertahankan ruang hidupnya. Ada lahan-lahan warga yang mereka ambil tanpa memberi tahu.

“Jika warga protes, dikriminalisasi atau diintimidasi, bahkan dipenjara,” kata Samsir.

Baca juga: Jeron Beteng Jadi Percontohan Kawasan Rendah Emisi Kota Yogyakarta

Salah satunya, Domingus Johannes yang sudah selesai menjalani putusan inkrah pengadilan yang memenjarakannya karena mempertahankan lahan yang diambil paksa perusahaan. Persoalan perampasan lahan belum terselesaikan hingga kini.

Masyarakat Kawasi juga dihadapkan pada rencana relokasi. Rencana tersebut ditolak warga karena mengancam keberadaan mereka sebagai komunitas adat.

“Yang diomongkan pemerintah di sana itu, sudah ada Perda atau Pergub serta juknisnya. Kami berharap bisa dicabut karena di sana adalah tanah adat kami dan kami hidup berdampingan sangat baik sesama kami warga,” tegas dia.

Warga Kawasi lainnya, Nurhayati Jumadi menyoroti relokasi dilakukan secara sistematis melalui sektor pendidikan.

“Politik untuk pindah kampung ini dimulai dari pendidikan itu sendiri. Contoh mereka membuat taktik pindahkan dulu sekolahnya sebelum pindahkan masyarakat. Itu realita karena yang dipindahkan waktu itu SMA, SMP, dan sekarang SD juga sudah pindah muridnya. Jadi saya anggap itu satu taktik supaya masyarakat Kawasi lebih cepat pindah ke Ecovillage,” duga Nurhayati.

Baca juga: Istilah “Awan Kontainer”, Ada Kekeliruan Memahami Proses Pembentukan Hujan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Maluku Utarapertambangan nikelPulau ObiWalhi

Editor

Next Post
Ilustrasi pembakaran sampah. Foto bakhrom_media/pixabay.com.

PLTSa akan Beroperasi Tahun 2027, Pakar Ingatkan Pembakaran Sampah Plastik Memicu Kanker

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media