Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempadewa Tolak Pengukuran Lahan Tahap 2 di Wadas

Pengukuran lahan tahap II untuk penambangan andesit tetap dilakukan. Dan warga Wadas yang menolak tetap menolak dengan menggelar aksi tutup mulut.

Jumat, 15 Juli 2022
A A
Warga Wadas menggelar aksi tutup mulut menolak pengukuran tahap II untuk penambangan andesit, 14 Juli 2022. Foto: Dok. Gempadewa.

Warga Wadas menggelar aksi tutup mulut menolak pengukuran tahap II untuk penambangan andesit, 14 Juli 2022. Foto: Dok. Gempadewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Sementara bertopi besek adalah simbol tradisi perempuan Wadas yang akan hilang karena bambu sebagai bahan baku membuat besek akan punah akibat tambang. Bibit tanaman yang dibawa adalah simbol konsistensi mereka menjaga alam. Sedangkan uang yang ditempelkan di bagian muka ini adalah simbol bahwa alam sebagai karunia Allah SWT itu tidak bisa diganti dengan uang.

“Kami tidak silau dengan uang ganti rugi miliaran rupiah sehingga tega merusak alam,” ujar Sulimah, salah satu warga yang ikut aksi.

Warga Wadas juga menuntut kekerasan terhadap warga Wadas pada 23 April 2021 dan 8 Februari 2022 diadili. Serta mendesak Gubernur Jawa Tengah menghentikan segala bentuk pengukuran dan berdialog dengan masyarakat Wadas.

Baca Juga: Gempa Hari Ini, Guncangan Dirasakan hingga Skala III MMI di Kota Jayapura

“Kami minta Presiden Joko Widodo segera menyelesaikan kasus di Wadas,” imbuh Sulimah.

Sesampai di halaman Balai Desa Wadas, enam perwakilan warga meletakkan bibit pohon di halaman sebagai simbol alam Wadas harus lestari. Sedangkan poster-poster yang mereka bawa ditinggal di sana dengan harapan pemerintah membacanya.

Warga Wadas melakukan aksi tutuup mulut menolak pengukuran lahan sambil membawa bibit tanaman, 14 Juli 2022. Foto Dok. Gempadewa.
Warga Wadas melakukan aksi tutuup mulut menolak pengukuran lahan sambil membawa bibit tanaman, 14 Juli 2022. Foto Dok. Gempadewa.

Sementara terhadap warga Wadas yang tetap menolak pengukuran untuk penambangan, Andri Kristanto menyatakan tidak akan memaksa.

“Sampai sekarang tidak kami sentuh. Itu hak mereka. Kami hargai kebebasan mereka. Kalua belum siap, kami nggak akan mengukur,” kata Andri.

Sedangkan Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trsino Raharjo berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan hukum terhadap warga Wadas yang tetap menolak penambangan. Meskipun pemerintah nanti tetap memaksakan diri melakukan penambangan di sana.

“Jangan sampai masyarakat yang menolak melepas tanahnya, dipaksa. Biarkan saja. Konsinyasi juga tak baik dilakukan. Kami akan melakukan pendampingan warga yang tetap ingin mempertahankan lingkungannya,” papar Trisno. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bendungan BenerDesa WadasGempadewapenambangan andesitPSNwarga Wadas

Editor

Next Post
Pusat Perdagangan Batu Permata dan Kerajinan Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan. Foto maritim.go.id.

Pasar Kebun Sayur yang Tak Menjual Sayur

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media