Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pasar Kebun Sayur yang Tak Menjual Sayur

Sabtu, 16 Juli 2022
A A
Pusat Perdagangan Batu Permata dan Kerajinan Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan. Foto maritim.go.id.
Aneka kerajinan khas Borneo dijual di pasar ini. Foto maritim.go.id.
Batu akik aneka warna di Pusat Perdagangan Batu Permata dan Kerajinan Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan. Foto maritim.go.id.
Aneka asesoris gelang khas Borneo. Foto maritim.go.id.
Aneka cinderamata khas Borneo. Foto maritim.go.id.
Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ada nama “kebun sayur” yang disematkan di pasar legendaris yang berlokasi di Jl. Letjen Suprapto, Marga Sari, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Namun tak ada satu pun pedagang yang menjual sayuran di sana. Melainkan menjual aneka kerajinan asesoris. Setidaknya itu terbaca dari plang nama di pintu gerbang pasar yang bertuliskan “Selamat Datang di Pusat Perdagangan Batu Permata dan Kerajinan Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan”.

Merunut dari cerita orang-orang di sana, dahulu kawasan itu lokasi kebun kangkung dan perumahan etnis Tionghoa. Medio 1981, terbit Instruksi Presiden (Inpres) Soeharto untuk membuat pasar itu.

Pasar Inpres Kebun Sayur pun dibangun untuk menampung pedagang dari Pasar Pandansari dan Pasar Blauran Kebun Sayur yang sempat terbakar. Pasar itu pun diresmikan pada 1983 oleh Wali Kota Balikpapan, Syarifuddin Yoes.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: barang kerajinanBorneokebun sayurKota BalikpapanPusat Perdagangan Batu Permata dan Kerajinan Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan

Editor

Next Post
Banjir Garut, Jawa Barat pada Jumat, 15 Juli 2022, menyebabkan ratusan warga mengungsi. Foto BNPB

Banjir Garut, Ini Data Kerusakan dan Wilayah Terdampak

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media