Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Geopark Jadi Wisata Geologis yang Unggul, Unik, dan Berkelanjutan

Kawasan geopark di Indonesia akan menjadi destinasi masa depan yang berpotensi menarik wisatawan. Mengapa?

Minggu, 25 Desember 2022
A A
Kawasan Geopark Gunung Sewu yang berada di Gunungkidul, DIY, 8 Desember 2022. Foto wanaloka.com

Kawasan Geopark Gunung Sewu yang berada di Gunungkidul, DIY, 8 Desember 2022. Foto wanaloka.com

Share on FacebookShare on Twitter

Mengingat manfaat pembangunan obyek wisata (DTW) melalui DAK tercermin dari kualitas dokumen perencanaan yang menjadi readiness criteria (RC) DAK, yaitu masterplan, siteplan, dan DED.

“Perlu upaya dan keseriusan pemda dalam mempersiapkan dokumen RC yang berkualitas,” kata Teguh.

Destina Wisata Berkelanjutan

Di sisi lain, geopark juga menjadi salah satu destinasi wisata yang tetap diperkuat Kemenparekraf/Baparekraf. Mengingat pemerintah berupaya memperkuat strategi untuk menghadirkan destinasi yang berkualitas, resilient, dan berkelanjutan dengan memperhatikan sumber daya alam, manusia dan budaya sebagai arah pengembangan destinasi pariwisata Indonesia ke depan.

Baca Juga: Gempa Dangkal Hari Ini Guncang Tarutung, Cianjur dan Seram Bagian Barat

Vinsensius menjelaskan pengembangan destinasi ke depan diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan reputasi destinasi pariwisata untuk mewujudkan ekosistem pariwisata yang terintegrasi, mendorong pembangunan daerah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dua tahun ke depan, kami masih berkutat dalam upaya pemulihan dari pandemi. Ini selaras dengan upaya mewujudkan destinasi pariwisata yang berkualitas, resilient, dan berkelanjutan,” kata Vinsensius.

Ada lima strategi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Sumber Daya Kelembagaan untuk mewujudkannya. Pertama, melakukan analisis tipologi dan strategi pengembangan destinasi baik perwilayahan dan juga secara tematik. Yakni terbagi dalam destinasi rintisan, pengembangan, pemantapan, dan revitalisasi.

Baca Juga: Kawasan Resapan Air Hujan Terancam Rusak Akibat Rencana Pengurangan KBAK Gunung Sewu

Kedua, penataan dan penguatan manajemen destinasi dan daya tarik melalui penerapan visitor management, carrying capacity untuk meningkatkan destination appeal dan market attractiveness. Ketiga, pembangunan-pembangunan infrastruktur, fasilitas, aksesibilitas konektivitas, serta pengelolaan fasilitas pariwisata.

Keempat, memaksimalkan koordinasi pengembangan kawasan, desa wisata, geopark, kawasan ekonomi khusus (KEK), cultural heritage, kota kreatif (sentra kreatif). Kelima, peningkatan dan pemberdayaan masyarakat dan UMKM di destinasi pariwisata. [WLC02]

Sumber: Kemenparekraf

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: destinasi wisataGeopark Gunung SewuGlobal GeoparkKemenparekrafkonsep wisata berbasis keunggulan atau keunikan geologisUNESCOUNESCO Global Geoparkwisata berkelanjutanwisata geopark

Editor

Next Post
Gempa dangkal di selatan Kota Kebumen, Jawa Tengah dengan magnitudo 5,3 yang terjadi hari ini, Minggu, 25 Desember 2022, tidak berpotensi tsunami. Foto Google Earth berdasarkan titik koordinat BMKG.

Sumber Gempa Dangkal di Selatan Kota Kebumen Jawa Tengah

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media