Kamis, 16 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gerakan Konservasi Air Komunitas Resan Gunungkidul Dilirik Mahasiswa UGM

Komunitas Resan yag berbasis masyarakat adalah salah satu dari segelintir pihak yang sadar arti penting air bagi kehidupan. Mereka berjuang melestarikan sumber air di Gunungkidul. Bagaimana pihak yang lain?

Minggu, 25 September 2022
A A
Ritual rasulan untuk konservasi air yang dilakukan Komunitas Resan Gunungkidul, Juli 2022. Foto ugm.ac.id

Ritual rasulan untuk konservasi air yang dilakukan Komunitas Resan Gunungkidul, Juli 2022. Foto ugm.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Di tengah pembangunan hotel, apartemen, mal, perumahan yang membengkak di Daerah Istimewa Yogyakarta hingga menyedot banyak air dalam operasionalnya, sejumlah masyarakat justru berjibaku mempertahankan sumber air tetap lestari. Mereka adalah masyarakat Gunungkidul yang membentuk paguyuban yang diberi nama Komunitas Resan pada 2018.

Penamaan komunitas itu diambil dari istilah “resan” yang digunakan untuk menyebut pohon besar yang berfungsi menjaga mata air di wilayah Gunungkidul. Komunitas ini bergerak melakukan revitalisasi mata air atau umbul. Upaya revitalisasi yang dilakukan antara lain penanaman bibit pohon, besik atau kegiatan membersihkan area umbul, dan upacara kebudayaan yang disebut rasulan.

“Kami tak punya daftar pengurus dan nama anggota. Hanya grup WhatsApp untuk koordinasi. Semua orang dapat bergabung,” kata Koordinator Kelompok Resan Gunungkidul, Padmo.

Baca Juga: Gubernur di Jawa Disomasi, Gagal Urus Sampah dan Kualitas Air Sungai

Salah satu anak muda anggota komunitas itu, Kelvin Putra Kahimpong, 19 tahun menuturkan alasannya bergabung dalam Komunitas Resan Gunungkidul karena tergerak melakukan aksi nyata dalam upaya konservasi air di wilayah Gunungkidul.

“Kunci kelestarian lingkungan ada di tangan pemuda,” kata Kelvin.

Melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan, seperti penanaman pohon, pemuda-pemuda diiharapkan menyadari arti penting perilaku menjaga lingkungan agar tetap lestari.

Baca Juga: Pakar Oseanografi: Air Laut Bisa Jadi Solusi Krisis Air Bersih di Indonesia

Penanaman bibit pada sumber air yang dilakukan komunitas ini melalui mekanisme permintaan oleh masyarakat Gunungkidul. Apabila masyarakat ingin melakukan penanaman pada umbul kering di daerahnya, mereka akan menghubungi komunitas, salah satunya melalui akun Instagram @resangunungkidul. Kemudian mereka berkoordinasi untuk kegiatan penanaman.

Sumber pendanaan komunitas berasal dari dana usaha mandiri. Mereka memiliki usaha kreatif sablon baju yang bernama Umbul Kreatif. Sedangkan, kegiatan pembibitan pohon resan dilakukan di lahan-lahan pembibitan yang disediakan secara sukarela oleh anggota komunitas. Jumlah rumah pembibitan milik komunitas sebanyak 19 unit.

Dalam salah satu kegiatan rasulan pada Juli 2022 lalu, mereka juga melakukan penanaman bibit pohon dan pelepasan lele lokal di umbul kering di Dusun Sumberan, Kenteng, Kecamatan Ponjong Gunungkidul. Acara ini dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto selaku dan kerabat Keraton Yogyakarta, Gusti Kukuh Hestriasning.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Komunitas Resan Gunungkidulkonservasi airkonservasi sumber airmata airpenanaman bibit pohonsumber airUGM

Editor

Next Post
Perwakilan buruh tani menyampaikan aspirasi soal reforma agraria yang diterima Kasatpres di Wisma Negara Jakarta, 24 September 2022. Foto presienri.go.id

Pekan Ini, Kasetpres Janjikan Bahas 34 Kasus Reforma Agraria yang Belum Selesai

Discussion about this post

TERKINI

  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media