Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gerakan Mahasiswa UGM Tanam Pohon dari Gunung hingga Pesisir

Kamis, 4 Januari 2024
A A
Gerakan tanam pohon cemara udang di pesisir pantai di Kebumen. Foto ugm.ac.id.

Gerakan tanam pohon cemara udang di pesisir pantai di Kebumen. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Himpunan Mahasiswa Budidaya (Himaba) Fakultas Kehutanan UGM bersama mahasiswa KKN PPM UGM melakukan kegiatan penanaman 1.700 bibit pohon Cemara Udang dan Cemara Belitung di Pantai Wuni Melodi, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada akhir Desember 2023. Penanaman pohon tersebut untuk mengurangi dampak abrasi serta menahan kecepatan angin dan menjaga kondisi udara menjadi lebih sejuk.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN PPM, Dr. Winastuti Dwi Atmanto menjelaskan kegiatan tersebut tak sebatas menanam, tetapi juga kegiatan berkelanjutan. Artinya, tidak selesai saat penanaman, tetapi juga meliputi perawatan tanaman pada bulan pertama serta monitoring untuk mengetahui tingkat keberhasilan penanaman yang telah dilakukan.

“Untuk mengetahui persentase keberhasilan tanaman hidup,” ujar Winastuti dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis, 4 Januari 2024.

Baca Juga: Mengapa Tim Seismologi ITB Pasang 22 Seismograf Pascagempa Sumedang?

Lantaran itu pula, untuk mewujudkan kegiatan berkelanjutan, penanaman ribuan bibit pohon itu dengan melibatkan warga sekitar di sekitar pesisir pantai. Sebelumnya, warga mendapatkan sosialisasi tentang manfaat penanaman kedua jenis pohon tersebut.

Kegiatan penghijauan yang dikemas dalam program Forester in Action ini dimulai dengan memasang acir sebagai penanda, membuat lubang tanam, serta menyebarkan pupuk kandang untuk menunjang pertumbuhan bibit. Kemudian, bibit didistribusikan sesuai pola yang telah ditentukan, yakni dikombinasikan antara Cemara Udang dan Cemara Belitung dengan menyesuaikan fungsi jenis tanaman masing-masing.

“Bibit-bibit ini tetap dipantau pertumbuhannya melalui kegiatan monitoring yang dilakukan Himaba. Harapannya, kegiatan ini mampu memberi manfaat nyata serta berkelanjutan, sesuai tema tujuan pembangunan berkelanjutan dalam rangka perbaikan kualitas lingkungan hidup,” kata Dosen Fakultas Kehutanan UGM itu.

Baca Juga: Irwan Meilano: Gempa Ishikawa Bukan Terkuat di Jepang, Tapi Picu Tsunami

Kegiatan penghijauan yang diinisiasi mahasiswa itu menjadi bentuk implementasi pengabdian yang bertujuan untuk membantu masyarakat dan menjaga kualitas lingkungan menjadi lebih lestari.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: AbrasiFakultas Kehutanan UGMGunung LawuHimpunan Mahasiswa Budidayatanam pohon

Editor

Next Post
Guru Besar Bidang Geomorfologi Lingkungan Fakultas Geografi, Prof. Djati Mardiatno. Foto geo.ugm.ac.id.

Djati Mardiatno: Paham Risiko Bencana Permudah Lindungi Diri, Keluarga dan Komunitas

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media