Minggu, 3 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengapa Tim Seismologi ITB Pasang 22 Seismograf Pascagempa Sumedang?

Gempa Sumedang mendapat perhatian sejumlah pakar untuk melakukan pemantauan seismologi.

Kamis, 4 Januari 2024
A A
Pemasangan seismograf pascagempa Sumedang. Foto Dok. Tim Seismologi ITB.

Pemasangan seismograf pascagempa Sumedang. Foto Dok. Tim Seismologi ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tim Seismologi Institut Teknologi Bandung (ITB) memasang 22 seismograf di sekitar area terjadinya gempa Sumedang pada 2-3 Januari 2024. Pemasangan tersebut bertujuan untuk lebih memahami dan meneliti fenomena gempa yang terjadi di Sumedang, Jawa Barat pada 31 Desember 2023-1 Januari 2024.

Tim tersebut berasal dari Kelompok Keahlian Geofisika Global Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB dan Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Sains dan Teknologi Kegempaan ITB. Tim ini diketuai Prof. Andri Dian Nugraha yang beranggotakan Dr. Zulfakriza, dua mahasiswa S3 dan dua mahasiswa S1 Program Studi Teknik Geofisika ITB.

“Seismograf itu untuk merekam gempa susulan di Sumedang. Tim juga akan melakukan kajian ambient seismic noise tomography untuk mencitrakan profil struktur seismik bawah permukaan yang menjadi sumber gempa Sumedang,” ujar Andri dalam keterangannya, Kamis, 4 Januari 2024.

Baca Juga: Irwan Meilano: Gempa Ishikawa Bukan Terkuat di Jepang, Tapi Picu Tsunami

Tim akan meneliti 22 sebaran titik pengamatan seismograf dengan lebih detail. Sebaran titik pengamatan seismograf melingkupi area kejadian gempa di Sumedang. Perekaman gempa susulan akan dilakukan selama 30 hari. Selanjutnya data rekaman gempa susulan akan dianalisis untuk memahami fenomena kejadian gempa Sumedang.

Sebagaimana diketahui, gempa Sumedang pada akhir 2023 memberi dampak kerusakan pada beberapa bangunan serta rumah tinggal. Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah lain di Jawa Barat, seperti Bandung, Subang, Garut, serta Cirebon.

Gempa pertama terjadi pada pukul 14.35 WIB dengan kekuatan M 4,1 serta kedalaman 7 kilometer. Pusat gempa berada 1 kilometer timur laut Sumedang. Kemudian gempa kedua terjadi pukul 15.38 WIB dengan kekuatan M 3,4 serta kedalaman 6 kilometer. Pusat gempa berada 1 kilometer timur laut Sumedang.

Baca Juga: Kolaborasi Antarnegara Teliti Asal Populasi Pari Manta di Indonesia

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivitas seismikBMKGGempa bumi dangkalgempa SumedangseismografTim Seismologi ITB

Editor

Next Post
Gerakan tanam pohon cemara udang di pesisir pantai di Kebumen. Foto ugm.ac.id.

Gerakan Mahasiswa UGM Tanam Pohon dari Gunung hingga Pesisir

Discussion about this post

TERKINI

  • Pegiat lingkungan,, Arief Kamarudin menunjukkan ikana sapu-sapu yang ditangkapnya. Foto @ariefkamarudin/instagram.Bagaimana Ikan Asal Amazon Bisa Menginvasi Sungai di Indonesia?
    In Rehat
    Kamis, 30 April 2026
  • Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat berbicara kepada awak media usai sertijab, 29 APril 2026. Foto KLH/BPLH.Pesan Walhi dan Janji Menteri Baru Lingkungan Hidup
    In News
    Rabu, 29 April 2026
  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media