Selasa, 16 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Diminta Waspada Potensi Tsunami

Selasa, 26 April 2022
A A
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono dalam konferensi pers bersama secara daring pasca ditingkatnya level Gunung Anak Krakatau, Senin, 25 April 2022. Foto tangkap layar BMKG

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono dalam konferensi pers bersama secara daring pasca ditingkatnya level Gunung Anak Krakatau, Senin, 25 April 2022. Foto tangkap layar BMKG

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan akan potensi gelombang tinggi atau tsunami dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, pada Minggu, 24 April 2022, pukul 18.00 WIB, menaikkan level Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Secara historis aktivitas Gunung Anak Krakatau pernah menimbulkan tsunami.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, mengantisipasi potensi terjadinya tsunami akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, BMKG bersama PVMBG-Badan Geologi terus memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan muka air laut Selat Sunda. Dengan meningkatnya level aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II menjadi Level III, masyarakat diminta untuk waspada terhadap gelombang tinggi atau tsunami terutama di malam hari.

Baca Juga: Aktivitas Meningkat, Status Gunung Anak Krakatau Siaga

“Kenapa terutama di malam hari, karena di malam hari sulit untuk bisa melihat secara visual adanya gelombang tinggi yang mendekati pantai, kalau di siang hari tentunya cukup untuk melihat hal tersebut. Saya ulangi dengan meningkatnya level Gunung Anak Krakatau dari II menjadi Level III, yang disampaikan PVMBG-Badan Geologi, maka masyarakat diminta untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi atau tsunami terutama di malam hari, saat kita tidak bisa melihat berbagai kemungkinan dari arah laut. Dan tentunya waspada potensi gelombang tinggi atau tsunami sesuai dengan informasi yang disampaikan BMKG,” kata Dwikorita dalam konferensi pers bersama Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono, Plt Kapusdatin BNPB Abdul Muhari, BRIN, Ketua Ikatan Ahli Tsunami Indonesia Gegar Prasetya secara daring, Senin malam, 25 April 2022.

Kepala BMKG menyatakan, aktivitas  masih bisa terus berjalan, dan masyarakat diminta waspada bukan evakuasi.

“Semoga ini dapat memperjelas situasi yang ada. Perlu dipahami waspada bukan evakuasi. Waspada artinya, berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan dengan memperhatikan informasi dari BMKG, Badan Geologi dan BNPB,” ujar Dwikorita.

Baca Juga: Dukung Peringatan HKB 2022, Bunyikan Sirine Pukul 10 Pagi Besok

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan, jika masyarakat ingin mengetahui aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui situs resmi PVMBG, Badan Geologi dan pos pengamatan Gunung Anak Krakatau.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan GeologiBMKGBNPBdeteksi dini bencanaErupsi Gunung Anak Krakataugempa dan tsunamiGunung Anak KrakatauKepala BMKG Dwikorita KarnawatiSelat SundaSistem peringatan dini tsunami

Editor

Next Post
Tim Siaga Desa (TSD) Tlogolele membantu Wahyudi mengevakuasi hewan ternaknya dalam simulasi kesiapsiagaan bencana erupsi Merapi, Selasa, 26 April 2022, dalam rangkaian memperingati HKB 2022. Foto Ist

Membangun Peradaban Berbasis Pengurangan Risiko Bencana

Discussion about this post

TERKINI

  • Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan
    In Sosok
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Baleg DPR Janjikan RUU Masyarakat Adat Selesai 2026, Apa Saja akan Diatur?
    In Rehat
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Sidang gugatan intervensi Walhi atas kasus gugatan KLH melawan PT TPL di PN Medan, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Gugatan Intervensi Walhi, PT TPL Harus Pulihkan 29.939 Ha Kawasan Terdampak Senilai Rp2,6 Triliun
    In News
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Dosen Geologi Fakultas Teknik UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto Kagama.coGayatri Marliyani: Gempa Bumi di Laut Mindanao Umum Terjadi
    In Sosok
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media