Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gunung Argopuro dan Aliran Sungai Kolbu di Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang

Pihak BBKSDA Jatim senantiasa mengingatkan pentingnya pendaki mengikuti prosedur pendakian dan larangan aktivitas yang merusak kawasan.

Minggu, 20 April 2025
A A
Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang di Jawa Timur. Foto Dok. KSDAE.

Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang di Jawa Timur. Foto Dok. KSDAE.

Share on FacebookShare on Twitter

Namun, ancaman terhadap kelestariannya semakin nyata. Aktivitas pendaki yang tidak bertanggung jawab, termasuk penggunaan air Sungai Kolbu untuk mandi dan mencuci, dapat mencemari kawasan ini. Limbah sabun dan deterjen, meskipun terlihat sepele, dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sungai, merusak vegetasi riparian, dan mengancam organisme air.

Sebagai bagian dari kawasan konservasi, Sungai Kolbu adalah cagar alam yang tidak diperuntukkan untuk aktivitas seperti mandi atau mencuci. Melainkan harus diperlakukan sebagai sumber air yang dilindungi.

Kerusakan yang terjadi di area ini dapat berdampak luas. Tak hanya bagi keanekaragaman hayati di sekitar Sungai Kolbu, tetapi juga bagi masyarakat di hilir yang bergantung pada aliran air dari pegunungan.

Baca juga: Anggota Komisi IV DPR Soroti Deretan Kasus Pagar Laut yang Tak Kunjung Usai

Fajar mengingatkan, sebagai pendaki dan pecinta alam, ada beberapa langkah bijak yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian Sungai Kolbu.

Pertama, gunakan air secukupnya untuk kebutuhan minum tanpa mencemari sumbernya.

Kedua, jangan gunakan sabun atau deterjen di sekitar mata air dan alirannya, karena bahan kimia di dalamnya dapat merusak ekosistem air.

Ketiga, bawa kembali sampah plastik atau sisa makanan, agar kawasan tetap bersih dan alami dan tidak merubah perilaku satwa.

Baca juga: Magma Erupsi Gunung Ruang 2024 Alami Dekompresi Setara Erupsi Gunung Vesuvius 79 Masehi

Keempat, hormati alam dan regulasi konservasi, karena setiap tindakan kecil dapat berdampak besar bagi kelangsungan ekosistem.

Cagar Alam Sungai Kolbu adalah lebih dari sekadar persinggahan di jalur pendakian Argopuro. Ini adalah warisan alam yang perlu dijaga agar tetap lestari untuk generasi mendatang. Setiap tetes airnya adalah penopang kehidupan dan kelestariannya bergantung pada kepedulian kita semua. [WLC02]

Sumber: KSDAE Kementerian  Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA JatimCagar Alam Sungai KolbuGunung ArgopuroSuaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang

Editor

Next Post
Pertamia menyediakan tempat untuk mengumpulkan jelantah. Foto Pertamina Retail.

Jelantah, Potensial Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Terbang

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media