Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hadapi Tantangan Masa Depan Sumber Migas, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Minyak bumi dan gas adalah sumber daya alam yang butuh waktu jutaan tahun untuk bisa diperbarui. Sementara kebutuhan migas terus bertambah. Apa yang dilakukan pemerintah?

Senin, 16 Januari 2023
A A
Salah satu aktivitas di Laboratorium Sedimentologi. Foto esdm.go.id.

Salah satu aktivitas di Laboratorium Sedimentologi. Foto esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Industri minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia tengah dihadapkan pada tantangan berkurangnya sumber daya alam. Di tengah dinamika perkembangan industri minyak dan gas bumi (migas) yang sangat tinggi, berbagai inovasi diperkenalkan demi mendapatkan penemuan sumber daya baru untuk meningkatkan produksi migas.

Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan alternatif solusi untuk menjawab berbagai tantangan di industri migas dengan memberikan pelayanan pengujian dan analisis di sektor hulu dan hilir migas. Salah satunya melalui Laboratorium Sedimentologi.

“Laboratorium Sedimentologi memberi pelayanan analisis petrologi dan sedimentologi yang memanfaatkan data hasil pemboran dan data singkapan batuan,” ungkap Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS, Ariana Soemanto di Jakarta, 8 Januari 2023.

Baca Juga: Inilah Keunikan Wisata Konservasi Alam yang Jadi Jujugan Wisatawan

Data-data hasil analisis petrologi dan sedimentologi tersebut dimanfaatkan untuk mengetahui tipe dan karakteristik litologi, analisis suksesi fasies sedimen, interpretasi lingkungan pengendapan, analisis provenan sumber sedimen, hingga interpretasi tipe reservoir dan heterogenitas.

Sejarah diagenesis dan pengontrol perkembangan porositas batuan reservoir juga dianalisis di laboratorium tersebut. Termasuk gambaran sistem pori (ukuran, bentuk dan tipe) batuan reservoar, identifikasi perkembangan pengisian mineral autijenik pada rongga pori, kehadiran dan proporsi unsur dan mineral yang mempengaruhi sensitivitas reservoar, mendukung kegiatan interpretasi log sumuran, informasi ukuran butir untuk desain sand (gravel pack), dan lainnya.

Koordinator Pengujian Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS, Junita Trivianty menambahkan Laboratorium Sedimentologi juga memperkuat pelayanan pengujian LEMIGAS di sektor hulu migas. Integrasi hasil analisis laboratorium menghasilkan keluaran analisa karakteristik litologi, fasies sedimen, interpretasi lingkungan pengendapan, proses diagenetik, kualitas dan sensitivitas reservoar, dan lainnya.

Baca Juga: Indonesia Tuan Rumah WHC 2023, Memanfaatkan Promosi Potensi PLTA

Pelayanan yang terdapat di laboratorium tersebut antara lain Core Storage, Analisa petrography, SEM-EDX-BSE, XRD, XRF, LPSA dan SIEVE.

Optimalisasi Sumur Tua
Sementara upaya lain untuk meningkatkan produksi migas nasional adalah dengan mengoptimalkan sumur tua. Persoalannya, banyak sumur gas yang mengalami water blocking akibat penipisan alami, penerobosan air dan kepasiran di dalam formasi, berupa cairan yang mengumpul di lubang sumur.

“Akibatnya, ada peningkatan tekanan hidrostatik dan back pressure ke dalam formasi, sehingga produksi gas akan mengalami penurunan secara signifikan. Kemungkinan terburuk sumur akan mati,” jelas Ariana di Jakarta, 11 Januari 2023.

Baca Juga: Status Gunung Api Dieng Menjadi Waspada, Jauhi Kawah Timbang dan Kawah Sileri

Untuk mengatasi hal tersebut, LEMIGAS menggagas inovasi sebuah “Agent” bernama Organic Foaming Agent. “Agent” tersebut diproduksi untuk mengatasi permasalahan water blocking dalam sumur gas tau dengan aditif organik yang aman bagi reservoar, peralatan produksi, dan ramah lingkungan.

“Bahan bakunya umbi porang dan asam lemak nabati turunan CPO,” kata Ariana.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: JBT Solar dan JBKP PertaliteKementerian ESDMkuota BBMLaboratorium Eksploitasi LEMIGASLaboratorium SedimentologiMyPertaminaOrganic Foaming Agentproduksi migas nasionalsumber daya alamsumur tuaumbi porangwater blocking

Editor

Next Post
Pusat gempa Jawa Timur M5,1 yang berjarak 111 kilometer Barat Daya Kabupaten Malang, yang terjadi pada Selasa, 17 Januari 2023. Foto tangkap layar Inatews BMKG.

Ini Sumber Gempa Aceh dan Jawa Timur

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media