Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Air Sedunia 2025, Sungai Mahakam Kehilangan Tuah Akibat Kepentingan Ekstraksi

Sungai Mahakam menjadi tak bertuah lagi karena terpolusi limbah penebangan hutan, limbah batu bara, limbah perkebunan sawit berupa pupuk dan pestisida, serta limbah domestik dari permukiman yang tumbuh dari hulu hingga ke hilir.

Sabtu, 22 Maret 2025
A A
XR Bunga Terung menyerukan konservasi Sungai Mahakam untuk keberlanjutan kehidupan makhluk hidup dalam peringatan Hari Air Sedunia, 22 Maret 2025. Foto Dok. XR Bunga Terung.

XR Bunga Terung menyerukan konservasi Sungai Mahakam untuk keberlanjutan kehidupan makhluk hidup dalam peringatan Hari Air Sedunia, 22 Maret 2025. Foto Dok. XR Bunga Terung.

Share on FacebookShare on Twitter

Tata guna lahan yang tidak berkesesuaian dengan air, lewat pemberian izin penebangan hutan, penambangan batu bara dan dilanjutkan dengan konversi lahan untuk perkebunan sawit, membuat bukaan lahan di DAS Mahakam menjadi semakin luas.

Air Mahakam terpolusi. Ranam Mahakam menjadi tak bertuah lagi karena terpolusi limbah penebangan hutan, limbah batu bara, limbah perkebunan sawit berupa pupuk dan pestisida, serta limbah domestik dari permukiman yang tumbuh dari hulu hingga ke hilir.

Air Sungai Mahakam bermasalah dari sudut kualitas, kuantitas dan kontinuitasnya.

Air Sungai Mahakam yang merupakan sumber air baku untuk air bersih bagi warga Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara dan Samarinda ini tak lagi terjamin keamanannya. Banyak warga menjadi tak nyaman, bahkan ketika airnya sudah diolah oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum.

Bumi Etam, Kalimantan Timur yang dibunuh lewat operasi tebang, sedot dan keruk telah membuat air Mahakam menjadi sekarat. Prestasi ekonomi karena ektraksi kekayaan alam Kalimantan Timur justru meninggalkan luka yang dalam untuk masyarakat Mahakam, air kehidupan yang paling buruk.

Padahal air bersih adalah modal pertama membangun peradaban, membangun sumber daya manusia. Walaupun masyarakat Mahakam semua diberi beasiswa, gratis sampai lulus menjadi doktor, namun apabila airnya buruk niscaya kehidupannya juga akan buruk.

Seruan keberlanjutan Sungai Mahakam

Oleh karena itu dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia 2025, XR Bunga Terung menyerukan :

Pertama, Kembalikan Sungai Mahakam sebagai ruang hidup bersama, bukan hanya untuk masyarakat. Melainkan juga untuk komunitas binatang dan tumbuhan yang merupakan penghuni ekosistem Mahakam, penyumbang keanekaragaman hayati yang merupakan kekayaan Kalimantan Timur yang berkelanjutan.

Kedua, Segera lakukan konservasi dan pemulihan terhadap ekosistem sungai dan DAS Mahakam. Dengan menghentikan laju deforestasi dan alih fungsi lahan untuk keperluan yang tidak berkesuaian dengan air. Pembangunan dan ekonomi Mahakam seharusnya dibangun dengan paradigma ramah air.

Ketiga, Stop privatisasi atas Sungai Mahakam, baik untuk kepentingan koorporat, kelompok atau individu tertentu. Sungai Mahakam adalah ruang hidup bersama, setiap warga berhak atas air bersih dari Sungai Mahakam, karena pemenuhan kebutuhan air bersih adalah Hak Asasi Manusia, hak yang harus dipenuhi secara bersama oleh semua.

Keempat, Kembalikan Sungai Mahakam sebagai Anugerah Kehidupan (Cinta) yang Agung untuk masyarakat Kalimantan Timur. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Hari Air SeduniaKalimantan TimurSungai MahakamXR Bunga Terung

Editor

Next Post
Menteri Kehutanan menanam pohon di Puncak, Bogor, Jawa Barat, 22 Maret 2025. FOTO Dok. PPID Kementerian Kehutanan.

Janji Menteri Kehutanan, Lebih Banyak Menanam Pohon Daripada Menebang

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media