Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Bhakti Rimbawan, Mimpi Menteri Siti akan Kembalinya Hutan Tropika Basah Indonesia

FOLU Net Sink 2030 digadang-gadang Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dapat mengurangi emisi karbon. Apalagi telah lahir PP Nomor 98 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri LHK Nomor 168 Tahun 2022 yang dianggap sebagai dasar hukum. Akankah mimpi itu terwujud?

Rabu, 16 Maret 2022
A A
Ilustrasi hutan. Foto GregMontani/pixabay.com.

Ilustraasi hutan. Foto GregMontani/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Di sinilah beda antara zero deforestation dan net zero deforestation,” imbuh Siti.

Baca Juga: Mengenal Test Anxiety Disorder, Cemas Luar Biasa Hingga Pingsan

Di mana setelah hutan negara-negara non population growth tersebut habis hingga sekitar tahun 1970-an, lalu pindah sebagai drivers deforestasi di Indonesia. Baik dilakukan langsung oleh perusahaan-perusahaan multi-nasional, maupun oleh rantai pasokan industri mereka.

Konsep netral karbon atau net-zero emission sudah dimulai Indonesia dengan berperan aktif melalui leading by example untuk pengendalian perubahan iklim. Leading by example ditunjukkan dengan langkah-langkah korektif selama 5-7 tahun ini.

Berbagai upaya diklaim telah membuahkan hasil, tetapi memerlukan sistematika yang lebih baik lagi ke depan, antara lain:

Baca Juga: Pemerintah Investigasi Dugaan Kebocoran Sumur Gas di PLTP Sorik Marapi

Pertama, Indonesia telah berhasil menurunkan angka deforestasi sampai titik terendah dalam sejarah (2019 ditekan sampai lebih kurang 115 ribu hektare), sekaligus menekan kebakaran hutan dan lahan pada level serendah mungkin dalam dekade ini.

Ilustrasi deforestasi. Foto Picography/pixabay.com.
Ilustrasi deforestasi. Foto Picography/pixabay.com.

Kedua, telah dilakukan moratorium permanen hutan alam primer dan gambut seluas lebih dari 66 juta hektare, restorasi dan perbaikan tata air gambut 3,4 juta hektare beserta penataan regulasinya, rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), pengelolaan hutan lestari melalui pengendalian hutan tanaman 14 juta hektare, pengelolaan perhutanan sosial melalui praktik agroforestri seluas 4,9 juta hektare sampai dengan akhir 2021.

Ketiga, menjaga areal high conservation value forest (HCVF) tinggi di wilayah perkebunan dan konsesi kehutanan seluas 4,1 juta hektare.

Baca Juga: Eksaminasi Putusan IPL Wadas: Majelis Hakim Tak Anggap Amicus Curiae Jadi Pertimbangan Putusan

Keempat, penegakan hukum (law enforcement) melalui pengawasan yang semakin ketat dan regulasi yang semakin kuat.

Kelima, langkah penguatan data dan informasi sumber daya hutan bersifat keruangan atau spasial yang berkualitas dan terintegrasi sebagai bahan dalam proses pengambilan keputusan.

Siti berharap upaya mewujudkan rencana operasional FOLU Net Sink 2030 terlaksana dengan baik melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

“Dengan contoh konkrit, kembalikan hutan tropika basah Indonesia,” kata Siti. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: deforestasiEmisi gas rumah kacaEmisi karbonFOLU Net Sink 2030Hari Bhakti Rimbawanhutan tropika basahkrisis iklim

Editor

Next Post
Aksi virtual Udin dengan mengunggah Twibbon. Foto AJI Yogyakarta

Aksi Virtual Twibbon: 26 Tahun Kasus Pembunuhan Wartawan Udin Tak Tuntas

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media