Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Pangan Sedunia, Pakar IPB Sebut Lahan Sawah Indonesia Hanya 7,3 Juta Hektare

Kamis, 16 Oktober 2025
A A
Ilustrasi lahan sawah yang tidak dijual. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.

Ilustrasi lahan sawah yang tidak dijual. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hari Pangan Sedunia 2025 mengusung tema “Hand in Hand for Better Foods and a Better Future”. Tema ini mengajak seluruh elemen, baik masyarakat, pemerintah, akademisi, petani, sektor swasta, dan komunitas, untuk bergandengan tangan dalam mentransformasikan sistem pangan menuju masa depan yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan.

Bagaimana dengan Indonesia?

Dua Guru Besar IPB University, Prof. Suryo Wiyono dan Prof. Baba Barus menyoroti alih fungsi lahan sawah yang kian mengkhawatirkan di Indonesia. Peringatan yang jatuh tiap 16 Oktober itu kembali menegaskan betapa krusialnya lahan pertanian bagi masa depan pangan negeri ini.

Luas lahan sawah hanya sekitar 7,3 juta hektare. Angka ini sangat kecil dibandingkan negara lain. Secara global, Indonesia berada di peringkat 130 dari 180 negara untuk ketersediaan lahan pertanian per kapita.

Baca juga: Si-AZA, Deteksi Alkohol dan Zat Adiktif pada Pangan secara Langsung

Berdasarkan data Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik (BPS), luas sawah menurun dari 8,1 juta hektare (2015) menjadi 7,4 juta hektare (2019). Konversi lahan terus terjadi 60.000–80.000 hektare per tahun, bahkan sempat mencapai 96.512 hektare per tahun (2000–2015).

“Kalau konversi mencapai 100 ribu hektare per tahun, dalam 10 tahun kita kehilangan satu juta hektare. Itu luar biasa dampaknya bagi pangan nasional,” tegas Suryo yang juga Dekan Fakultas Pertanian IPB University.

Konversi banyak terjadi di lahan subur seperti Jawa, Sumatra, dan Bali karena tekanan ekonomi.

Baca juga: Capai 37,6°C, Suhu Panas di Indonesia Diprakirakan Hingga Awal November 2025

“Satu meter persegi tanah bisa bernilai miliaran rupiah untuk perumahan atau industri, sementara hasil panen padi tidak sebanding,” imbuh dia.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Baba Barus menambahkan bahwa perlindungan formal terhadap sawah masih sangat lemah. Saat ini, sekitar tiga juta hektare sawah di Indonesia belum masuk kategori lahan yang dilindungi secara formal.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: alih fungsi lahan pertanianFakultas Pertanian IPB UniversityHari Pangan Sedunia

Editor

Next Post
Program Gatronomy Tour dalam Pameran Pangan Nusa 2025 di ICE BSD City, Tangearng, 15 Oktober 2025. Foto Kemenpar.

Gastronomy Tour Suguhkan Rasa, Kisah dan Filosofi di Balik Kuliner Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media