Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Si-AZA, Deteksi Alkohol dan Zat Adiktif pada Pangan secara Langsung

Ke depan, teknologi ini akan dikembangkan untuk mendeteksi gas-gas berbahaya penyebab keracunan makanan, terutama untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rabu, 15 Oktober 2025
A A
Si-Aza, alat deteksi alkohol dan zat adiktif pada pangan secara real-time. Foto Dok. BRIN.

Si-Aza, alat deteksi alkohol dan zat adiktif pada pangan secara real-time. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Selama ini, saat melakukan pngawasan keamanan pangan di lapangan, petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan harus membawa sampel makanan ke laboratorium untuk diuji. Proses itu memakan waktu dan hasilnya tidak bisa langsung diketahui di tempat.

Tantangan utama pengawasan pangan selama ini adalah keterbatasan waktu dan akses ke laboratorium. Butuh inovasi teknologi yang dapat mendeteksi dini secara langsung di tempat, sehingga tindakan bisa diambil lebih cepat apabila ditemukan indikasi bahan berbahaya

Kondisi tersebut mendorong Pusat Riset Elektronika, Pusat Riset Telekomunikasi, dan Pusat Riset Teknologi Tepat Guna Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi untuk mengembangkan alat deteksi alkohol dan zat aditif berbahaya pada bahan pangan secara cepat. Inovasi tersebut bernama Si-AZA (Sistem Deteksi Alkohol dan Zat Aditif).

Baca juga: Capai 37,6°C, Suhu Panas di Indonesia Diprakirakan Hingga Awal November 2025

“Jadi bagaimana kalau dibuat alat yang bisa langsung mendeteksi kadar alkohol dan zat aditif berbahaya secara real-time (langsung di tempat)?” ujar Ketua peneliti, Novita Dwi Susanti, Selasa, 14 Oktober 2025.

Deteksi lewat sensor

Si-AZA merupakan perangkat portabel yang dapat mendeteksi bahan berbahaya pada bahan pangan seperti kandungan alkohol, formalin, boraks, dan rodamin B secara real-time. Alat ini dilengkapi fitur internet of things (IoT) untuk mendukung pencatatan dan pemantauan hasil uji.

Si-AZA bekerja menggunakan kombinasi beberapa sensor, antara lain sensor HCHO untuk mendeteksi alkohol dan formalin, serta sensor warna RGB untuk boraks dan rodamin B. Data yang tertangkap sensor diolah mikrokontroler, dianalisa. Hasilnya langsung ditampilkan di layar sentuh serta dikirim ke IoT web server.

Baca juga: Ikhtiar Petani Gunungkidul Menjaga Pangan Lokal yang Terancam Ditinggalkan

“Keunggulan utamanya adalah kecepatan dan portabilitas. Hasil bisa keluar dalam hitungan detik dan langsung tersimpan secara digital. Sangat cocok untuk skrining awal sebelum dilakukan uji laboratorium lanjutan,” terang dia.

Soal akurasi, Peneliti Pusat Riset Telekomunikasi BRIN ini menyebutkan Si-AZA telah dikalibrasi menggunakan metode standar laboratorium. Tingkat kesesuaian hasil Si-AZA dengan laboratorium BPOM mencapai lebih dari 90 persen.

Selain itu, alat ini dirancang agar mudah digunakan oleh petugas tanpa latar belakang teknis tinggi. Tampilannya berbasis layar sentuh dengan ikon intuitif, sehingga mudah dioperasikan. Alat ini juga punya baterai internal, sehingga bisa dipakai langsung di lapangan tanpa sumber listrik 220 volt terangnya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: alkohol dan zat adiktifBRINprogram MBGSi-AZA

Editor

Next Post
Ilustrasi lahan sawah yang tidak dijual. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.

Hari Pangan Sedunia, Pakar IPB Sebut Lahan Sawah Indonesia Hanya 7,3 Juta Hektare

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media