Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Haryono Budi Santosa: Limbah Nuklir Fukushima Aman Dibuang ke Laut

Pembuangan limbah nuklir Fukushima ke laut dikecam banyak negara. Mengapa pakar nuklir UGM menilai aman?

Selasa, 12 September 2023
A A
Dosen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM, Dr. Haryono Budi Santosa. Foto ugm.ac.id.

Dosen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM, Dr. Haryono Budi Santosa. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi di Jepang mengalami kecelakaan ledakan nuklir yang menewaskan setidaknya 18.000 orang pada tahun 2011. Pemerintah Jepang melakukan restorasi dengan mendinginkan limbah reaktor PLTN itu. Air bekas pendinginan diolah, kemudian dibuang ke laut lepas sejak 24 Agustus 2023.

Tindakan tersebut menuai aksi protes karena air olahan tersebut diduga masih mengandung radiasi di luar ambang batas yang ditentukan konsensus internasional. Sejumlah negara termasuk Cina, Korea, dan negara di sekitar lautan Pasifik telah melakukan protes pada Pemerintah Jepang. Masyarakat Jepang pun turut menggelar aksi demo di PLTN Fukushima.

“Jumlah total airnya banyak sekali. Bisa dikatakan mencapai 50 ukuran kolam renang standar olimpiade,” ungkap Dosen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM, Dr. Ir. Haryono Budi Santoso, M.Sc. saat membahas isu tersebut dalam serial diskusi PoLes (Podcast Lestari) yang diadakan Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM pada 8 September 2023.

Baca Juga: Catatan Masyarakat Sipil: KTT ASEAN 2023 Jadi Episentrum Krisis

Air tersebut dilepas secara bertahap. Terjadilah kekhawatiran air tersebut akan mencemari lautan, terutama di Samudera Pasifik. Bahkan Pemerintah Cina mengeluarkan seruan resmi berupa larangan mengonsumsi produk-produk laut dari Jepang. Padahal Cina dan Hong Kong merupakan pasar terbesar produk laut dari Jepang. Sebanyak 42 persen dari total produk laut Negeri Matahari Terbit dipasarkan di sana.

Sementara Pemerintah Jepang mengklaim air tersebut sudah aman dan mendapatkan izin dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

“Kalau dilihat dari datanya, itu aman sekali. Sebab nilainya jauh lebih kecil dari batas yang diizinkan WHO. Mungkin karena dikhawatirkan mencemari lingkungan, banyak yang bersuara sumbang,” imbuh Haryono.

Baca Juga: Garinda Alma: 6M Plus 1S Antisipasi Gangguan Pernafasan Akibat Polusi Udara

Lantas amankah buangan limbah nuklir itu bagi ekosistem di lautan?

Haryono menjelaskan, semula pemerintah Jepang berusaha menangani bencana tsunami dan gempa yang berujung memicu reaktor nuklir di PLTN Fukushima. Kondisi darurat tersebut memerlukan proses pendinginan yang membutuhkan sumber energi listrik. Lantaran ada tsunami, seluruh aliran listrik saat itu padam. Pemerintah Jepang pun berusaha memadamkan reaktor nuklir menggunakan air laut yang tersisa.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGMHaryono Budi SantosaIAEAlimbah nuklirPLTN Fukushimazat radioaktif

Editor

Next Post
Presiden Jokowi bersaa PM Belanda Mark Rutte dalam KTT G20 di India. Foto Dok. BPMI Setpres.

Catatan Masyarakat Sipil: G20 Menambah Utang Baru Demi Transisi Energi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media