Minggu, 15 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hasil Hutan Bukan Kayu Bernilai Tinggi di Pasar Domestik dan Internasional

Senin, 15 Agustus 2022
A A
Kotak lebah salah satu hasil hutan bukan kayu. Foto ilustrasi/Wanaloka.com.

Kotak lebah salah satu hasil hutan bukan kayu. Foto ilustrasi/Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Dengan perintisan Eco Bee Park ini termasuk bagian dari Perhutanan Sosial karena ada akses bagi masyarakat bisa masuk untuk mengelola kawasan hutan dengan cara, teknik, dan aturan atau syarat tertentu,” kata Menteri Siti.

BPSI LHK Kuok sebagai Unit Pelaksana Tugas (UPT) KLHK, diharapkan  dapat menjadi pemicu pengembangan usaha-usaha masyarakat dalam memanfaatkan hasil hutan bukan kayu.

“Kita berupaya di jajaran kementerian dan UPT-UPT kita untuk melihat bagaimana di lapangan, apa yang terbaik dan apa yang harus kita bisa kembangkan untuk rakyat,” imbuh Menteri Siti.

Baca Juga: Konsorsium Hari Hutan Indonesia Lahir dari Momentum Moratorium Pembukaan Hutan

Sementara itu, Bupati Kampar Kamsol menyebutkan, BPSI Kuok, Kementerian LHK telah memberikan bantuan penelitian untuk pengembangan usaha masyarakat yang memanfaatkan hasil hutan berupa madu, daun kelor, dan tanaman taxsus.

Disebutkannya, banyak UMKM di Kampar yang sudah bisa berdagang hingga mengekspor berkat bimbingan BPSI LHK Kuok.

“Atas dukungan kepala BPSI Kuok telah banyak UMKM yang saat ini telah masuk dalam pasar ekspor,” kata Bupati Kampar. [WLC01]

Sumber: ppid.menlhk.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: daun kelorEco Bee Park Kamparhasil hutan bukan kayuHutan IndonesiaKabupaten Kamparkelompok tani hutanKementerian LHKmadu hutanMenteri Siti NurbayaProvinsi Riautanaman taxus

Editor

Next Post
Pulau Nias diguncang gempa magnitudo 5,5 pada Senin malam, 15 Agustus 2022, pukul 23.35 WIB. Foto tangkap layar bmkg.go.id.

Pulau Nias Diguncang Gempa Magnitudo 5,5

Discussion about this post

TERKINI

  • KLH/BPLH meninjau proses pencarian korban longsoran sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, 8 maret 2026. Foto KLH/BPLH.TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 9 Maret 2026
  • Ilustrasi sakit campak. Foto Kemenkes.Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang
    In Rehat
    Senin, 9 Maret 2026
  • Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan
    In Lingkungan
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.Temuan Roti MBG Berjamur, Pakar Ingatkan Sebaiknya Tak Dikonsumsi
    In Rehat
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Presiden RI Prabwo Subianto dan Presiden AS Donald Trumph. Foto White House/Setpres.Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media