Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hati-hati, Duduk Bertumpu pada Tulang Belakang Sebabkan Saraf Kejepit

Kebanyakan duduk, apalagi berat tubuh lebih banyak dibebankan pada tulang belakang akan mengakibatkan cidera tulang belakang. Ini tips untuk mencegahnya.

Minggu, 27 Februari 2022
A A
Ilustrasi cidera tulang belakang. Foto Tumisu/pixabay.com.

Ilustrasi cidera tulang belakang. Foto Tumisu/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tulang belakang merupakan struktur tubuh yang vital dan kompleks. Salah satu strukturnya berfungsi untuk menjalankan jalur informasi antara alat gerak (kaki dan tangan) dan pusat intruksi (otak). Tak heran, sebutan tulang belakang tak sebatas kerangka tulangnya saja. Melainkan meliputi segala struktur yang ada di sekitarnya.

“Segala sesuatu yang berpotensi untuk menganggu jalannya informasi antara alat gerak dan otak bisa menimbulkan gejala oleh penderita,” tutur Dosen Departemen Ilmu Bedah, FK-KMK Universitas Gadjah Mada dokter Yudha Mathan Sakti, sebagaimana dikutip dari laman ugm.ac.id, Sabtu, 26 Februari 2022.

Tulang belakang, menurut Yudha terdiri dari 33 ruas dari pangkal kepala atau daerah leher hingga tulang ekor. Insiden lokasi terjadinya masalah tulang belakang banyak terjadi di daerah yang tidak terlalu stabil atau tidak ada struktur yang memegang dengan baik.

Baca Juga: Masa Endemi Tetap Prokes, Kecuali Ada Vaksin 100 Persen Kebal Covid-19

Yudha menyebutkan, pertama, yang tidak dipegang dengan stabil adalah leher. Berbeda dengan daerah dada yang dipegang oleh tulang iga, sehingga relatif stabil dan permasalahannya lebih sedikit. Kemudian, kedua, di daerah pinggang. Ketiga, daerah peralihan, yaitu antara leher dan tulang punggung bagian atas.

Lantas apa saja penyebab cidera tulang belakang?

Umumnya ada lima penyebab cidera tulang belakang, meliputi karena bawaan atau kongenital, infeksi, trauma (jatuh yang mengakitbatkan trauma atau cedera pada tulang belakang yang melibatkan saraf), dan suatu proses kegananasan atau metabolisme. Selain itu, bekerja dari rumah juga berkontribusi menimbulkan tekanan pada saraf tulang belakang yang lebih tinggi atau disebut dengan HNP. Yang terakhir ini biasa dikenal dengan sebutan saraf kejepit, yaitu penekanan saraf tulang belakang karena rusaknya bantalan tulang belakang.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: cidera tulang belakangsaraf kejepitstanding tablestretchingtulang belakang

Editor

Next Post
Peta Rusia-Ukraina. Foto unpad.ac.id.

Ingat Andrei Gromyko, Akhiri Perang Rusia-Ukraina dengan Perundingan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media