Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

HKB 2025, Uji Publik Rancangan Peraturan BNPB di Mataram hingga Tanam Aren di Serdang Bedagai

Minggu, 27 April 2025
A A
Simulasi bencana gempa oleh pelajar SMA dalam peringatan HKB 2025 di Mataram, NTB, 26 April 2025. Foto Bidang Pengelolaan Data dan Sistem Informasi BNPB.

Simulasi bencana gempa oleh pelajar SMA dalam peringatan HKB 2025 di Mataram, NTB, 26 April 2025. Foto Bidang Pengelolaan Data dan Sistem Informasi BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Selama uji publik ini, beberapa masukan penting diperlukan untuk memberi perspektif baru yang dapat mengakomodasi kebutuhan dan tantangan ke depan. Masukan tersebut akan ditindaklanjuti tim perumus untuk penyempurnaan akhir.

Rancangan Peraturan BNPB ini melingkupi prinsip tugas dan fungsi, jenis Forum PRB, kelembagaan dan pembentukan Forum PRB daerah, kelembagaan dan pembentukan Forum PRB tematik, kerja sama, evaluasi dan pelaporan serta fasilitasi dan pembiayaan.

Bibit pohon aren untuk minimalisir bencana

Peringatan HKB 2025 juga diperingati Perwakilan Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS) yang juga Kader Konservasi Alam Sumatera Utara, sekaligus memperingati Hari Bumi Sedunia. Mereka menyerahkan bantuan 4000 bibit aren untuk meminimalisir bencana, pelepasan 4.000 bibit ikan nila dan gurami untuk mendukung kelestarian ekosistem perairan dan penuangan eco enzyme untuk meningkatkan kualitas air di bantaran Sungai Belutu di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu, 27 April 2025.

Baca juga: Habis Kebocoran Gas, Terbitlah Semburan Lumpur Panas di Geothermal Sorik Marapi

“Apalagi intensitas hujan pada 2025 yang sering terjadi di Sumatera Utara membuat seluruh pihak harus siaga menghadapi bencana,” kata Kader Konservasi Alam Binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara sekaligus Founder Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi GRAS, Nurhabli Ridwan dalam siaran tertulis yang diterima Wanaloka.com, Minggu, 27 April 2025.

Ketua Yayasan Budaya Hijau Indonesia, Bathara Surya Yusuf menjelaskan, bibit pohon aren dipilih karena tanaman ini dapat menyerap air melalui akar serabutnya yang kuat dan dapat mengikat air tanah. Akar pohon aren dapat membantu menjaga suplai dan intensitas air tanah, terutama saat musim kemarau. Juga dapat menahan erosi tanah dan mencegah banjir.

Pohon aren jenis genjah ini mulai berbuah pada usia sekitar empat tahun sejak masa tanam. Buah dari pohon aren dapat dimanfaatkan menjadi kolangkaleng, niranya dapat diolah menjadi gula aren, pelepahnya bisa dimanfaatkan menjadi sapu lidi.

Baca juga: Agung Baskoro, Memotret Masyarakat Adat Halmahera yang Terpinggirkan Tambang Nikel

Pohon aren merupakan pohon konservasi produktif yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta mampu menjaga keseimbangan ekosistem. Hasil studi menunjukkan, aren dari pohonnya menghasilkan Rp80 ribu perhari perbatang. Saat umur empat tahun, ada putaran nilai ekonomi 320 juta per hari. Dalam 25 hari produksi atau satu bulan bisa menghasilkan lebih kurang Rp8 miliar putar uang dari hasil aren.

“Masyarakat bisa sekolahkan anaknya, kemampuan daya beli meningkat sehingga perekonomian di Serdang Bedagai bisa meningkat. Ini yang kami harapkan dari penyerahan bibit aren yang akan ditanam masyarakat,” kata Bathara. [WLC02]

Sumber: BNPB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Forum PRBHKB 2025Kabupaten Serdang BedagaiKota Matarampohon arenRancangan Peraturan BNPB

Editor

Next Post
Beberapa barang bukti dalam kasus perburuan cula Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Foto Dok. Balai TNUK.

Pelaku Perdagangan Cula Badak Jawa di Ujung Kulon Batal Bebas

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media