Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Huntap Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Sukabumi Senilai Rp60 Juta

Rabu, 8 Januari 2025
A A
Warga menunjukkan rumahnya yang terdampak banjir dan longsor di Sukabumi pada Desember 2024 yang telah diperbaiki dengan konsep Riksa, 8 Januari 2025. Foto Dok. BNPB.

Warga menunjukkan rumahnya yang terdampak banjir dan longsor di Sukabumi pada Desember 2024 yang telah diperbaiki dengan konsep Riksa, 8 Januari 2025. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) di Desa Wanajaya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, 8 Januari 2025. Rumah ini dibangun untuk warga terdampak banjir dan tanah longsor di Sukabumi pada Desember lalu.

Rumah yang sudah jadi merupakan rumah contoh huntap yang bernama Riksa (Rumah Instan Kuat, Sehat dan Aman). Rumah ini berdiri pada sebidang tanah yang tidak jauh dari jalan utama. Rumah berukuran 6×6 meter terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu dan satu kamar mandi. Riksa ini dibangun dengan rekomendasi bangunan rumah tahan gempa.

Pembangunan huntap seiring dengan peralihan fase penanganan bencana dari transisi tanggap darurat ke pemulihan. Fase ini tertuang dalam penetapan Surat Keputusan (SK) Bupati Sukabumi No. 300.2.1/kep.1009/BPBD/2024 tentang Penetapan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sukabumi.

Baca juga: Banjir di Empat Desa Serdang Bedagai Akibat Tanggul Jebol

“Saat ini sudah masuk tahap pemulihan ke rehabilitasi dan rekonstruksi. Jadi kami sudah mulai bangun kembali rumah yang rusak,” ujar Suharyanto.

Berdasarkan data sementara, rumah rusak akibat banjir dan tanah longsor di Sukabumi mencapai 2.106 rumah. Rinciannya, rusak berat 446 rumah, rusak sedang 470 rumah dan rusak ringan 1.190 rumah. Data ini dapat mengalami penambahan sejalan dengan proses verifikasi di lapangan yang masih berjalan hingga saat ini.

Salah satu warga Desa Wanajaya selaku pemilik rumah, Dadang bersama istri dan anaknya sudah dapat kembali ke rumah dengan rasa bahagia.

Baca juga: Melengkapi Data Terserak 44 Tahun Banjir Bandang Sangiang

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah, rumah saya sudah dibangun kembali. Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa pulang ke rumah bersama istri dan anak saya,” ujar Dadang.

Pada kesempatan ini, Suharyanto juga membawa beberapa perwakilan dari 18 BPBD kabupaten dan kota di Indonesia untuk melihat progres pembangunan rumah contoh tersebut. Upaya ini bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada pemerintah daerah agar dapat diadopsi di wilayah masing-masing yang sebelumnya terdampak bencana.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir dan Longsorhunian tetapKabupaten SukabumiKepala BNPB Letjen TNI Suharyantorehabilitasi dan rekonstruksi

Editor

Next Post
Proyek PIK 2 yang menjadi PSN. Foto www.pik2.com.

Aktivis Tangerang Desak PSN PIK 2 Dibatalkan, Komisi IV DPR Pertanyakan Sikap Menteri Kehutanan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media