Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia Diperkirakan Alami Peningkatan Jumlah Hari Tanpa Hujan dalam Setahun

Senin, 12 Agustus 2024
A A
Indonesia diprediksi alami peningkatan jumlah hari tanpa hujan berturut-turut dalam satu tahun. Foto BRIN.

Indonesia diprediksi alami peningkatan jumlah hari tanpa hujan berturut-turut dalam satu tahun. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

SIDIK Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

Sementara Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan sosialisasi sekaligus talkshow pengembangan aplikasi bernama Sistem Informasi Data Indeks Kerentanan (SIDIK) bertema “SIDIK untuk Mainstreaming Adaptasi Perubahan Iklim”. SIDIK merupakan aplikasi yang dirancang untuk menilai kerentanan dan risiko iklim di tingkat desa di seluruh Indonesia sehingga dapat membantu kementerian dan pemerintah daerah dalam mengembangkan strategi dan rencana aksi iklim.

Inspektur Jenderal KLHK Laksmi Wijayanti menyampaikan bahwa SIDIK baru saja mendapatkan penghargaan PBB pada United Nations Public Service Awards (UNPSA) pada Juni 2024 lalu. UNSPA merupakan penghargaan tertinggi untuk pelayanan publik dari instansi pemerintah, khususnya untuk mendukung capaian SDGs.

”Yang utama dari sistem informasi ini adalah bagaimana implementasinya,” ujar Laksmi dalam Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan dan Energi Baru Terbarukan ke-2 (LIKE-2) di JCC Senayan, 11 Agustus 2024.

Baca Juga: Industri Batu Bara Sumatera Harus Beradaptasi Transisi Energi Berkelanjutan

SIDIK diharapkan menjadi masukan kebijakan, edukasi, dan berbagai bentuk aplikasi keputusan lainnya baik bagi pemerintah, akademisi, maupun masyarakat. Ia mengklaim KLHK punya komitmen kuat untuk kembangkan SIDIK. Sejauh ini, KLHK telah melakukan asistensi di 9 provinsi, 31 kabupaten dan 16 kota di Indonesia.

Direktur Adaptasi Perubahan Iklim KLHK, Irawan Asaad menambahkan, identifikasi kerentanan penting karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Meningkatnya intensitas, frekuensi dan keparahan (severity) bencana hidrometeorologi yang dapat berdampak pada ekonomi, ekosistem dan sosial.

”Dalam konteks itu, SIDIK penting” kata Irawan.

Baca Juga: Masyarakat Bisa Akses Dana Lingkungan untuk Aksi Iklim

Sebab SIDIK dapat mendukung transformasi tata kelola pemerintahan, pengarusutamaan ketahanan iklim, tools pengembangan kapasitas dan penyadartahuan atau literasi iklim dan pengembangan sistem informasi dan database terintegrasi data kerentanan perubahan iklim.

Dalam presentasinya, Kepala Bappeda Kota Pekalongan Cayekti Widigdo mengatakan sebagian indikator yang digunakan bersumber dari indikator SIDIK. Namun karena Kota Pekalongan merupakan wilayah pesisir dengan rentan mengalami permasalahan banjir rob, ia pun minta indikator spesifik pesisir ditambahkan dalam aplikasi.

Sejauh ini, SIDIK dimanfaatkan dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim Kota Pekalongan. Seperti untuk menghitung kerentanan terhadap perubahan iklim, menentukan daftar pilihan aksi adaptasi yang dilakukan, sebagai dasar penentuan pemilihan aksi sangat prioritas dan aksi prioritas masing-masing kelurahan, seperti program ketangguhan masyarakat. Baik berupa Program Kampung Iklim (Proklim), Kawasan Pesisir Tangguh, Kelurahan Tangguh Bencana, Desa Sehat Iklim, dan program terkait lainnya.

Baca Juga: Indonesia Serukan Transisi Energi Bersih Lewat Label Hemat Energi 7 Alat Elektronik

Sementara Dian Afriyanie dari Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan saran-saran untuk pengembangan SIDIK ke depan,. Seperti membangun metodologi untuk menghitung tingkat kerentanan sektor dan mengembangkan analisis tingkat kerentanan berbasis spasial,  Menetapkan indikator kerentanan yang bersifat “generik” untuk setiap jenis climate-hazard (kontekstual) agar dapat representatif memotret kondisi riil dan dapat dibandingkan antar waktu dan daerah. Juga memanfaatkan SIDIK sebagai instrumen kebijakan untuk pemberian insentif/disinsentif, perumusan kebijakan/program dan evaluasi program. [WLC02]

Sumber: BRIN, PPID KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: aplikasi SIDIKBRINFestival LIKE 2Hari Tanpa HujanKLHKmusim kemarauperubahan iklim

Editor

Next Post
Polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Foto Manggala Agni VI Daop Tanah Laut.

Teknologi Nuklir Jadi Solusi Polusi Udara

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media