Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kukuk Seloputo, Hantu di Cagar Alam Manggis Gadungan

Burung hantu yang jarang menetap ini memiliki sebaran alami mulai dari Asia Tenggara, Palawan, Jawa, dan Sumatera.

Minggu, 6 April 2025
A A
Kuku Seloputro, jjenis burung hantu di Cagar Alam Manggis Gadungan. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Kuku Seloputro, jjenis burung hantu di Cagar Alam Manggis Gadungan. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Cagar Alam (CA) Manggis Gadungan merupakan satu dari 26 kawasan konservasi yang dikelola Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim). Cagar alam yang masuk ke dalam wilayah kerja Seksi KSDA Wilayah (SKWI I) Kediri ini memiliki potensi utama jenis-jenis Ficus, seperti Ficus albipila atau leses.

Polhut Ahli Pertama Balai Besar KSDA Jawa Timur Seksi KSDA Wilayah I Kediri, Akhmad David Kurnia Putra menjelaskan, selain ficus, kawasan ini juga dihuni burung hantu, yaitu kukuk seloputo. Burung dengan nama ilmiah Strix seloputo ini merupakan suku dari Strigidae atau burung hantu asli yang memiliki ukuran yang besar, yaitu 47 cm. Burung penetap yang jarang ini memiliki sebaran alami mulai dari Asia Tenggara, Palawan, Jawa, dan Sumatera.

Baca juga: Potensi Lumut Kerak untuk Bumbu Masakan hingga Antbiotik

Di CA Pulau Bawean juga dapat dijumpai jenis ini, namun ukurannya lebih kecil. Di seluruh dunia terdapat 132 jenis dari suku ini, 46 jenis diantaranya ada di Indonesia. Di pulau Jawa dapat dijumpai sebanyak 10 jenis dari suku Strigidae.

Burung malam terdiri dari lima suku, yakni Strigidae (burung hantu asli), Tytonidae (serak), Podargidae (paruh kodok), Caprimulgidae (cabak), dan Aegothelidae (atoko). Suku Strigidae dan Tytonidae merupakan keluarga dari burung hantu, Strigiformes.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA Jatimburung hantuCagar Alam Manggis GadunganKukuk Seloputo

Editor

Next Post
Bagan proses pembuatan pembalut daripelepah pisang. Foto Dok. ITB.

Atasi Sampah Plastik, The Bananabees ITB Ciptakan Pembalut dari Pelepah Pisang

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media