Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia-Jepang Kerjasama Penelitian Sistem Pemantauan Daerah Pesisir

Rabu, 14 September 2022
A A
Kick Off Meeting Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development-Building Sustainable System for Resilience and Innovation in Coastal Community di Jakarta, Selasa, 13 September 2022. Foto BNPB.

Kick Off Meeting Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development-Building Sustainable System for Resilience and Innovation in Coastal Community di Jakarta, Selasa, 13 September 2022. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah Indonesia bersama Jepang menjajaki kerjasama penelitian membangun sistem pemantauan daerah pesisir yang real time.

Program penelitian bersama ini dilakukan dalam kerangka kerjasama teknis yang melibatkan berbagai peneliti universitas, pejabat pemerintah dari institusi Jepang dan Indonesia.

Program ini bertujuan untuk membangun sistem pemantauan daerah pesisir yang real time melalui harmonisasi pencegahan bencana, lingkungan, dan ekonomi dengan meningkatkan fungsi perlindungan wilayah.

Baca Juga: MoU Indonesia-Norwegia untuk Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Kehutanan

Eco-DRR atau studi mengenai manajemen kebencanaan yang berbasis ekosistem. Deputi Penanganan Darurat BNPB, Fajar Setyawan mengapresiasi kerjasama riset ini yang akan dijalin hingga lima tahun kedepan.

“Riset ini akan memberikan landasan baru untuk mempertajam kerangka berpikir kita agar lebih terarah, tepat sasaran dan mampu menggali nilai-nilai ketangguhan lokal untuk bisa disandingkan dengan teknologi berbasis komunitas,” kata Fajar saat menghadiri Kick Off Meeting Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (Satreps) – Building Sustainable System for Resilience and Innovation in Coastal Community (BRICC) di Jakarta, pada Selasa, 13 September 2022.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGBNPBIndonesia-Jepangmitigasi bencanaPemerintah Jepang

Editor

Next Post
Warga memikul rumput untuk pakan ternak yang diperoleh dari kawasan hutan. Foto Wanaloka.com

FOLU Net Sink 2030 Tercapai Asalkan Indonesia-Norwegia Fokus Lima Hal

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media