Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ini Cara BBKSDA Sumut Mitigasi Konflik Monyet dengan Manusia di Asahan

Jumat, 30 September 2022
A A
Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) melakukan mitigasi konflik monyet dengan manusia di Asahan.

Segerombolan monyet jenis Macaca nemestrina dan Macaca fasciularis kurun waktu lima tahun terakhir, kerap muncul di kawasan perkebunan sawit PT. Gunung Melayu Kebun Sentral, dan perumahan karyawan di Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. 

Kemunculan koloni satwa primata itu membikin resah warga karena melakukan pengrusakan.

Kasus konflik monyet dengan manusia di Asahan langsung ditangani Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Kisaran, setelah menerima laporan dari pihak perkebunan.

Baca Juga: BBKSDA Sumut Kembali Mitigasi Konflik Harimau Sumatera dengan Warga Langkat

Disebutkan, kemunculan gerombolan kera ini sudah meresahkan, sebab melakukan pengrusakan di kantor perusahaan perkebunan sawit tersebut.

“Keterangan yang disampaikan humas perkebunan, sekumpulan beruk tersebut mulai meresahkan sekitar 3-5 tahun belakangan ini. Melakukan perusakan peralatan, perlengkapan yang ada di kantor, dan juga mengganggu perumahan karyawan,” demikian penjelasan yang dilansir dari laman Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis malam, 29 September 2022.

Penanganan mitigasi konflik monyet dengan manusia di Asahan dilakukan personel Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, dengan cara menghalau, mengusir monyet menggunakan jenduman, berupa petasan (meriam) paralon.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA Sumutcacar monyetKabupaten Asahankonflik monyet dengan manusia di Asahanperkebunan sawitProvinsi Sumatera Utara

Editor

Next Post
Gempa Tapanuli Utara, BNPB melapokan satu orang meninggal dunia. Foto BPBD Kabupaten Tapanuli Utara.

Gempa Tapanuli Utara Satu Orang Meninggal Dunia, Gempa Susulan 68 Kali Terjadi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media