Selasa, 7 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BBKSDA Sumut Kembali Mitigasi Konflik Harimau Sumatera dengan Warga Langkat

Tak lama setelah sukses menangani konflik harimau sumatera dengan warga di Desa Bukit Mas, Kabupaten Langkat, menggunakan kandang jebak. BBKSDA Sumut kembali menerima laporan dan memitigasi konflik harimau sumatera dengan warga Dusun Aras Napal Kiri.

Kamis, 22 September 2022
A A
Mitigasi konflik harimau sumatera dengan warga Langkat di Dusun Aras Napal Kiri, BBKSDA Sumut pasang kamera trap di jalur jejak harimau sumatera. Foto ksdae.menlhk.go.id.

Mitigasi konflik harimau sumatera dengan warga Langkat di Dusun Aras Napal Kiri, BBKSDA Sumut pasang kamera trap di jalur jejak harimau sumatera. Foto ksdae.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) kembali melakukan mitigasi konflik harimau sumatera dengan warga Langkat, tepatnya di Dusun Aras Napal Kiri, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Satu individu harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dilaporkan berkeliaran di sekitaran Dusun Aras Napal Kiri. Harimau sumatera tersebut diduga kerabat harimau ‘Bestie’ sumatera yang sukses diselamatkan tim BBKSDA Sumut bersama mitranya, pada akhir Agustus lalu, dengan menggunakan kandang jebak.

Pasca penanganan mitigasi konflik harimau sumatera dengan warga Langkat di Desa Bukit Mas pada Agustus lalu, BBKSDA Sumut kembali menerima laporan kemunculan satu harimau sumatera. Keberadaan harimau sumatera di Dusun Aras Napal Kiri, dilaporkan warga yang berjumpa dengan si Raja Hutan itu di jalan setapak dusun.

Laporan ini ditindaklanjuti BBKSDA Sumut bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, UPT KPH I Stabat, Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC), Wildlife Conservation Society (WCS) dan Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL), sejak Kamis, 8 September 2022.

Saat tim gabungan melakukan mitigasi konflik harimau sumatera dengan warga di Dusun Aras Napal, mereka dua kali bertemu dengan harimau sumatera yang dilaporkan warga.

Baca Juga: Apa Kabar ‘Bestie’ Harimau Sumatera yang Diselamatkan dari Konflik

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BBKSDA Sumut, Herbert BP. Aritonang menyebutkan, pertemuan dengan harimau sumatera terjadi di depan Kantor Pusat Rehabilitasi Orangutan dan Primata–Orangutan Information Centre (PROP-OIC), dan di areal Sekolah Alam Leuser (SAL) yang dikelola YOSL-OIC. SAL sekolah sederajat SMP dengan pelajar dari Desa Bukit Mas.

“Tim kemudian melakukan penghalauan,” kata Herbert, dilansir dari laman KSDAE pada Rabu malam, 21 September 2022.

Kawasan konflik harimau sumatera dengan warga Langkat di Dusun Aras Napal Kiri. Foto Google Earth.
Kawasan konflik harimau sumatera dengan warga Langkat di Dusun Aras Napal Kiri. Foto Google Earth.

Wilayah terjadinya konflik harimau sumatera dengan warga di Dusun Aras Napal, merupakan kawasan hutan produksi terbatas, eksistingya wilayah pemukiman, perladangan dan fasilitas umum, yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA SumutBestie harimau sumateraharimau sumateraKabupaten Langkatkonflik harimau sumatera dengan warga LangkatTaman Nasional Gunung Leuser

Editor

Next Post
Warga terdampak banjir dan longsor Garut, di Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Garut, Jawa Barat, Selasa 19 Juli 2022. Foto BNPB

Ini Peran Penting Jitupasna dan R3P dalam Penanganan Dampak Bencana

Discussion about this post

TERKINI

  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?
    In Traveling
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Rob mengepung rumah nelayan di pesisir utara Jawa Tengah. Foto Iven Sumardiyantoro/peneliti independen.Pembangunan Abaikan Krisis Iklim Mengancam Hak Generasi Anak-anak Pesisir
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media