Kamis, 10 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ini Salah Satu Penyebab Banjir Satu Meter Lebih di Labura

Kamis, 21 April 2022
A A
Genangan air yang memasuki rumah warga di Kelurahan Aek Kota Batu di Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, pada Rabu malam, 20 April 2022. Foto Dok BNPB

Genangan air yang memasuki rumah warga di Kelurahan Aek Kota Batu di Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, pada Rabu malam, 20 April 2022. Foto Dok BNPB

Share on FacebookShare on Twitter

 Wanaloka.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), menyebabkan banjir di Kelurahan Aek Kota Batu, Kecamatan NA IX-X dengan ketinggian muka air mencapai satu meter lebih.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengidentifikasi, penyebab banjir yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Provinsi Sumatera Utara, itu sebab buruknya sistem drainase.

“Hujan dengan intensitas tinggi dan buruknya sistem drainase menyebabkan banjir di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara, pada Rabu, 20 April 2022, pukul 20.30 WIB,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kamis sore, 21 April 2022.

Baca Juga: Momentum Mudik Lebaran Percepat Peningkatan Cakupan Vaksinasi Booster

Pusdalops BNPB melaporkan, kondisi terkini dampak banjir tercatat sebanyak 9 rumah warga masih tergenang banjir.

“Ketinggian muka air masih menggenangi wilayah ini berkisar antara 80 – 150 sentimeter,” sebut Muhari.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: banjirbanjir di Laburahujan lebatKabupaten Labuhanbatu UtaraProvinsi Sumatera Utara

Editor

Next Post
Letusan Gunung Anak Krakatau pada Kamis pagi, 21 April 2022, setinggi 800 meter. Foto tangkap layar magma.esdm.go.id

Erupsi Anak Krakatau Pagi Tadi, Tahun Ini Sudah 35 Kali Alami Letusan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media