Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Inovasi Anita Atasi Krisis Air Bersih dengan Air Laut dan Kabut Laut

Inovasi teknologi membantu masyarakat pinggir pantai untuk mendapatkan air bersih dengan memanfaatkan air laut.

Selasa, 31 Januari 2023
A A
Desain Alat Desalinasi Terpadu Sistem Ganda dari mahasiswa ITS. Foto its.ac.id.

Desain Alat Desalinasi Terpadu Sistem Ganda dari mahasiswa ITS. Foto its.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Volume yang dapat dihasilkan pada metode desalinasi sebanyak 1,5 liter per jam,” jelas Jell.

Sementara untuk memanfaatkan kabut laut menjadi air siap minum, tim menerapkan metode kondensasi. Mulanya, dipasang jaring-jaring untuk menangkap kabut. Setelah itu terjadi proses kondensasi yang membuat kabut berubah menjadi titik-titik air.

“Air yang dihasilkan sudah siap minum dan akan ditampung pada wadah yang telah disediakan,” kata mahasiswa Angkatan 2020 itu.

Baca Juga: Data Terbaru Dampak Bencana di Kota Manado

Inovasi tersebut mengantarkan tim Anita merebut posisi pertama pada gelaran Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional 2022 Politeknik Negeri Banyuwangi beberapa waktu lalu. Ke depan, tim berencana terus mengembangkan inovasinya agar dapat digunakan secara optimal, terlebih dalam hal efektivitas dan efisiensi alat.

“Kami berharap inovasi ini tidak berhenti di sini. Namun bisa dikembangkan dan mampu menebar kebermanfaatan bagi masyarakat,” harap Jell. [WLC02]

Sumber: ITS

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Air BersihAir LautAlat Desalinasi Terpadu Sistem Gandadesalinasi air lautinovasi AnitaITSkabut lautmetode kondensasi

Editor

Next Post
Banjir di Sambas, Kalimantan Barat, melanda ribuan rumah penduduk dengan jumlah populasi terdampak banjir Sambas mencapai 37 ribu warga. Foto Dok BNPB, penyaluran bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di Sambas.

Banjir di Sambas Puluhan Ribu Warga Terdampak, Waspadai Dampak Cuaca hingga 3 Februari 2023

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media