Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Inovasi Anita Atasi Krisis Air Bersih dengan Air Laut dan Kabut Laut

Inovasi teknologi membantu masyarakat pinggir pantai untuk mendapatkan air bersih dengan memanfaatkan air laut.

Selasa, 31 Januari 2023
A A
Desain Alat Desalinasi Terpadu Sistem Ganda dari mahasiswa ITS. Foto its.ac.id.

Desain Alat Desalinasi Terpadu Sistem Ganda dari mahasiswa ITS. Foto its.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dilatarbelakangi krisis air minum yang sering dialami di daerah terpencil, tiga mahasiswa Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) — Jell Hilmansyah (Departemen Teknik Elektro), Dwi Prawira Kusuma (Departemen Teknik Kelautan), dan Fajar Dhimas Airlangga (Departemen Teknik Fisika) — membuat inovasi alat. Namanya Alat Desalinasi Terpadu Sistem Ganda alias Anita.

“Inovasi ini berfokus pada metode pengolahan air laut menjadi air siap minum,” kata ketua tim, Jell.

Mengingat banyak sumber air berasal dari laut di kawasan terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Masyarakat pesisir pantai biasanya hanya menggunakan metode desalinasi guna memperoleh air bersih. Perbedaannya, dengan bimbingan dosen Ni Ketut Aryani, tim ini berhasil mengintegrasikan dua metode sekaligus untuk menciptakan alat yang lebih efektif dan efisien.

Baca Juga: Atasi Pemanfaatan Ilegal, KLHK Selesaikan Penataan Kawasan Hutan Tahun Ini

“Anita dirancang dengan menggunakan metode desalinasi sekaligus kondensasi. Jadi memanfaatkan air laut dan kabut laut sebagai sumber airnya,” jelas Jell.

Sumber Listrik dari Panel Surya
Pada metode desalinasi, air laut akan dipanaskan hingga mencapai titik didihnya. Usai mendidih, air murni akan terpisah dengan zat pengotornya. Proses pemanasan dilakukan dengan kompor listrik dan membutuhkan daya sebesar 620 kilowatt-jam (kWh) tiap liternya. Guna meminimalisir penggunaan daya listrik tersebut, tim menggunakan panel surya sebagai salah satu sumber energinya.

Air murni yang dihasilkan dari proses desalinasi telah memenuhi standar kualitas air minum, yakni 10 part per million (ppm). Tak hanya itu, Jell menilai, volume air yang dihasilkan sudah mencukupi kebutuhan air minum masyarakat.

Baca Juga: Chusni Ansori, Teliti Pengaruh Geologi pada Situs Budaya Geopark Karangsambung – Karangbolong

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Air BersihAir LautAlat Desalinasi Terpadu Sistem Gandadesalinasi air lautinovasi AnitaITSkabut lautmetode kondensasi

Editor

Next Post
Banjir di Sambas, Kalimantan Barat, melanda ribuan rumah penduduk dengan jumlah populasi terdampak banjir Sambas mencapai 37 ribu warga. Foto Dok BNPB, penyaluran bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di Sambas.

Banjir di Sambas Puluhan Ribu Warga Terdampak, Waspadai Dampak Cuaca hingga 3 Februari 2023

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media