Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Insinerator Minim Asap, Solusi Kebiasaan Bakar Sampah di Perdesaan

Alat sederhana ini mampu mengurangi asap pekat, menekan timbunan sampah, serta lebih ramah lingkungan dan mudah diterapkan masyarakat.

Rabu, 7 Januari 2026
A A
Insinerator sampah minim asap buatan mahasiswa KKNT IPB University. Foto Dok IPB University.

Insinerator sampah minim asap buatan mahasiswa KKNT IPB University. Foto Dok IPB University.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Libur Nataru Pantau 20 Lebih Gunung Api, Lewotobi Laki-laki Berstatus Awas

Pengeluaran warga untuk pengangkutan sampah yang sebelumnya sekitar Rp1 juta per sekali angkut dapat ditekan.

“Cukup dengan biaya operasional petugas kebersihan,” jelas dia.

Secara teknis, insinerator ini dibuat dari bata hebel yang mudah diperoleh. Desainnya memiliki ruang bakar memanjang dengan pengaturan aliran udara sehingga api menyala lebih stabil dan asap pembakaran berkurang secara signifikan. Kondisi ini memungkinkan masyarakat membakar sampah tanpa mencemari kualitas udara.

Baca juga: Banjir Bandang Sitaro, Korban Tewas Mencapai 16 Orang

Kehadiran insinerator minim asap disambut baik warga dan aparat desa. Peresmian alat pun mendapat respons positif, baik dari perwakilan RT/RW dan kelurahan. Mereka menyampaikan rasa syukur atas pembuatan incinerator minim asap ini.

Akma berharap inovasi tersebut dapat direplikasi di 32 RT lainnya. Desainnya akan mereka buat semudah mungkin agar bisa ditiru dan diaplikasikan.

Lewat inovasi ini, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University berharap pengelolaan sampah desa dapat dilakukan secara lebih berkelanjutan. Sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Insinerator Minim AsapKKNT Inovasi IPB UniversityPembakaran SampahTPA

Editor

Next Post
Pembangunan huntara tahap I sebanyak 117 unit di Jorong Kayu Pasak Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Foto Beratria Sukisno/Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Pakar Kebencanaan Ingatkan Pembangunan Huntara dan Huntap Utamakan Keselamatan

Discussion about this post

TERKINI

  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media