Jumat, 17 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Insinerator Minim Asap, Solusi Kebiasaan Bakar Sampah di Perdesaan

Alat sederhana ini mampu mengurangi asap pekat, menekan timbunan sampah, serta lebih ramah lingkungan dan mudah diterapkan masyarakat.

Rabu, 7 Januari 2026
A A
Insinerator sampah minim asap buatan mahasiswa KKNT IPB University. Foto Dok IPB University.

Insinerator sampah minim asap buatan mahasiswa KKNT IPB University. Foto Dok IPB University.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sampah tidak hanya menjadi masalah mayarakat perkotaan, juga bukan masalah baru di perdesaan. Minimnya akses ke tempat pengolahan akhir (TPA) membuat sebagian warga desa memilih membakar sampah di halaman rumah. Cara ini dianggap praktis, tetapi berdampak buruk terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University di Desa Cicadas, Kabupaten Bogor kemudian merancang insinerator minim asap sebagai teknologi tepat guna. Inovasi ini berangkat dari persoalan sampah nyata di Desa Cicadas.

“Seperti banyak tumpukan sampah liar, bahkan ada yang dibuang ke sungai,” ujar perwakilan Tim KKNT, Indra Bagus Ramdhani yang juga mahasiswa Departemen Kimia IPB University.

Alat ini ditengarai menjadi solusi pengelolaan sampah desa yang masih melalui pembakaran terbuka. Alat sederhana ini mampu mengurangi asap pekat, menekan timbunan sampah, serta lebih ramah lingkungan dan mudah diterapkan masyarakat.

Baca juga: Geolog Sebut Pembentukan Sinkhole di Sumatra Barat Dipengaruhi Siklon Senyar

Anggota tim, Akma Naufal Rabbani menambahkan persoalan sampah di desa tidak hanya berkaitan dengan perilaku masyarakat, tetapi juga keterbatasan sarana.

Masalah yang paling besar adalah minimnya infrastruktur sampah. Hampir di sebagian RT atau RW tidak memiliki infrastruktur maupun sistem pengelolaan sampah.

Selain itu, Akma menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar iuran sampah. Kondisi tersebut menyebabkan pengangkutan sampah secara komunal sering terhenti.

“Kadang bisa sampai mandek, bahkan sampai tiga bulan,” ujar Akma.

Keberadaan insinerator minim asap mampu meminimalkan kebutuhan pengangkutan sampah. Hasil uji coba selama hampir satu bulan, tidak terjadi penambahan volume sampah yang signifikan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Insinerator Minim AsapKKNT Inovasi IPB UniversityPembakaran SampahTPA

Editor

Next Post
Pembangunan huntara tahap I sebanyak 117 unit di Jorong Kayu Pasak Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Foto Beratria Sukisno/Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Pakar Kebencanaan Ingatkan Pembangunan Huntara dan Huntap Utamakan Keselamatan

Discussion about this post

TERKINI

  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media