Wanaloka.com – Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan (Islah) dipasang di tiga titik di Kota Palu, Sulawesi Tengah sejak 27 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026. Pemasangan yang digagas Anggota DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona berkolaborasi dengan Komunitas Banyu Bening Yogyakarta itu untuk memperkenalkan konsep Sekolah Air Hujan dan program pemberdayaan masyarakat bertajuk Teras Bermakna.
Pemasangan titik pertama berada di rumah Taslima di Kelurahan Pantoloan Boya, Kecamatan Tawaeli. Titik kedua berlokasi di rumah Siti Abriah di Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli. Sementara titik ketiga di wilayah Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara yang dikelola Ketua RT, Ahmad.
Pemasangan ISLAH ini menjadi langkah konkret dalam mendukung konservasi air hujan di tingkat rumah tangga dan lingkungan permukiman.
Baca juga: Industri Pariwisata Potensial Merusak 34 Hektare Lebih Ekosistem Karst Gunungsewu
Dalam dialog daring, pendiri Komunitas Banyu Bening sekaligus pelopor Sekolah Air Hujan, Sri Wahyuningsih menjelaskan air hujan tidak hanya menjadi solusi ekologis, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan masyarakat. Air hujan memiliki pH netral. Jika dikelola dengan baik melalui sistem penampungan yang tepat, maka dapat dimanfaatkan sebagai sumber air sehat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap air tanah.







Discussion about this post