“Konsep Sekolah Air Hujan akan diuji coba di wilayah utara Kota Palu, khususnya Kecamatan Tawaeli dan Palu Utara untuk mendorong kemandirian air dan ketahanan lingkungan warga,” kata Mutmainah dalam rangkaian Reses Masa Persidangan III Tahun 2025 lalu.
Program Sekolah Air Hujan dan pemasangan Islah sejalan dengan prinsip Bangunan Hijau sebagaimana diatur dalam standar bangunan ramah lingkungan. Prinsip itu menekankan efisiensi dan konservasi air melalui pemanenan air hujan, pengendalian limpasan air hujan, serta peningkatan kualitas lingkungan bangunan.
Baca juga: Peran Teknologi Data Spasial dan Geospasial dalam Mitigasi Bencana
Penerapan prinsip tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan kota hijau sekaligus memperkuat ketahanan air masyarakat perkotaan.
Selain Sekolah Air Hujan, Mutmainah juga memperkenalkan Teras Bermakna sebagai ruang edukasi sosial yang mewadahi berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan anak muda. Program ini meliputi pojok baca dan nonton bersama, majelis kajian Cahaya Bermakna, akademi kewirausahaan dan anak muda, sekolah air hujan dan green action, kelas kepemimpinan perempuan, serta pelatihan pengelolaan keuangan dan wirausaha produktif. [WLC02]







Discussion about this post