Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Iradiasi Pangan Telah Diterapkan Pada Cabai, Telur dan Bawang Merah

Iradiasi pangan merupakan teknologi yang sudah proven, proses yang aman dan terkendali. Juga sudah diakui oleh organisasi internasional seperti Food and Agriculture Organization (FAO), World Health Organization (WHO), dan International Atomic Energy Agency (IAEA).

Jumat, 5 September 2025
A A
Ilustrasi telur mentah. Foto Couleur/pixabay.com.

Ilustrasi telur mentah. Foto Couleur/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Cara mengiradiasi makanan adalah produk pangan yang sudah diolah atau produk yang sudah dikemas langsung dapat diiradiasi dengan dilewatkan pada sumber radiasi tanpa harus membuka kemasan. Setelah produk keluar dari fasilitas iradiasi, produk siap didistribusikan sesuai perlakuan penyimpanan yang dibutuhkan.

Ashri menekankan syarat bahan pangan yang diiradiasi, yaitu bahan pangan yang berkualitas atau memiliki kualitas yang sesuai standar. Jika produk olahan pangan, maka harus memperhatikan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB/GMP).

Baca juga: Integrasi Sistem Pangan dan Pertanian Rendah Karbon Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Sejauh ini, iradiasi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang, yaitu untuk sterilisasi peralatan medis, mencegah pertunasan pada produk pangan, aplikasi karantina atau fitosanitari, memperpanjang umur simpan, serta menjaga higienitas bahan herbal dan rempah-rempah.

Selain dapat mendukung ketahanan pangan nasional dan daya saing produk, aplikasi iradiasi juga berpotensi untuk membuka pasar global.

Iradiasi pangan di sektor pertanian seperti hortikultura, perkebunan, dan bahan pangan pokok yang dikonsumsi di dalam negeri maupun pasar global digunakan untuk fitosanitari maupun memperpanjang umur simpan.

Baca juga: Raden Wisnu, Perdagangan Orangutan karena Alasan Ekonomi hingga Hutan Primer Berkurang

Diharapkan iradiasi kratom

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalimantan Timur, Fitriansyah mengungkapkan kerja sama BRIN dengan Provinsi Kaltim dalam pengembangan teknologi nuklir sudah berlangsung cukup lama. Kedua pihak telah melakukan feasibility study pembangunan iradiator.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menilai, teknologi ini mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal serta mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pihaknya akan mendiskusikan usulan pengembangan teknologi iradiasi pangan bersama BRIDA Kaltim.

“Harapannya, kami mampu membangun fasilitas iradiasi sendiri di Kaltim sehingga produk unggulan lokal bisa langsung diekspor ke luar negeri,” jelas Seno.

Baca juga: Limbah Nikel dan Abu PLTU untuk Bahan Bangun Infrastruktur

Mengingat beberapa produk lokal Kaltim masih harus menjalani proses iradiasi di Surabaya sebelum diekspor. Dengan adanya fasilitas di daerah, jalur distribusi ekspor bisa lebih efisien.

Selain sektor perikanan, produk unggulan seperti kratom, kakao dari Berau, dan pisang kepok dari Kutai Timur diharapkan menjadi komoditas ekspor andalan setelah melalui proses iradiasi.

Selain sektor pangan, Seno menyoroti potensi logam tanah jarang (LTJ) serta sumber daya alam lainnya di Kaltim yang dapat mendukung pengembangan teknologi nuklir di masa depan.

“Bahan baku teknologi nuklir di Kaltim banyak. Dengan dukungan BRIN dan BRIDA, kita bisa mengkajinya lebih lanjut, seperti potensi thorium. Saya yakin, dengan bahan baku yang ada, membangun teknologi nuklir di Kaltim akan lebih mudah,” imbuh dia. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bapanasiradiasi panganprogram MBGPRTPR BRINsinar gamma

Editor

Next Post
Abalon. Foto Dok. BRIN.

Tantangan Budidaya Abalon di Tengah Ombak Pantai Selatan yang Tinggi

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media